Mahasiswa Pembangunan Minta Persoalan Dana Kongres KNPI Tak Dipolitisir

Ketua Mahasiswa Pembangunan Indonesia (MPI) Muhammad Al Mushawwir

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua Mahasiswa Pembangunan Indonesia (MPI), Muhammad Al Mushawwir, meminta agar persoalan dana kongres KNPI tidak dipolitisir atau diseret-seret ke persoalan yang tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini.

“Pada dasarnya persoalan ini mencuat setelah Kadispora Aceh mengeluarkan statement yang gagal memahami kongres KNPI yang akan dilaksanakan oleh DPD KNPI Aceh sebagai tuan rumah pada 28 Oktober mendatang,” kata Muhammad Al Mushawwir, melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend, Sabtu, 8 September 2018.

Kongres XV KNPI yang akan dilaksanakan di Aceh kata Mushawwir, merupakan hasil keputusan bersama dalam kongres sebelumnya yang dibuat di Papua. Karena itu kata dia, pernyataan Kadispora Aceh yang mengait-ngaitkan dengan dualisme KNPI dinilai tidak tepat. DPD KNPI Aceh yang saat ini diketuai Wahyu Saputra kata dia, secara hukum merupakan keberlanjutan dari Deklarasi Pemuda Indonesia pada 23 Juli 1973 silam.

“Jika Pak Darmasyah ‘belum lupa’ pelantikan KNPI Aceh di bawah Ketua Wahyu Saputra dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh kala itu. Hal ini jelas menunjukan legitimasi dan pengakuan bahwa hanya KNPI yang beralamat di Jalan Hasan Dek Jambo Tape tersebut saja yang diakui oleh pemerintah Aceh. Dan dalam pelantikan hari itu, Pak Gubernur dengan tegas mengatakan sangat mendukung pelaksanaan Kongres KNPI di Aceh.”

Pihaknya meminta agar Kadispora Aceh segera mengklarifikasi pernyataannya yang dinilai telah menyebabkan kegaduhan di kalangan kepemudaan Aceh.

“Bila Kadispora Aceh tidak segera mengklarifikasi perihal ini, kami anggap sama saja beliau sedang mengadu domba sesama pemuda Aceh. Seharusnya statement tanpa dasar seperti ini tidak patut dilontarkan oleh seorang yang memimpin dinas yang membawahi kepemudaan Aceh.[]