Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur Kelilingi Indonesia Selama 5 Bulan

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur di Banda Aceh, Jumat, 7 September 2018.

Tim ekspedisi ini berjumlah tujuh orang dan akan berkeliling Indonesia selama lima bulan, sekaligus mengekspos inovasi dan kebijakan unggulan dari setiap provinsi yang disinggahi, serta keunggulan produk UMKM-nya.

Nova Iriansyah mengatakan, kedatangan tim ekspedisi di Aceh bisa memberikan pencerahan bagi generasi muda Aceh khususnya komunitas UMKM. Apalagi, di era digital, pemasar mikro kecil bisa bebas memilih skema pemasaran. Dengan demikian setiap produk yang keluar dari Aceh bisa berkompetisi dan cepat dipasarkan.

Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur, merupakan insiatif Ketua APPSI, Soekarwo. Gubernur Jawa Timur itu, memandang banyak keunggulan dan inovasi daerah yang dikelola dengan baik dan inovatif tetapi belum terekspos dengan baik.

Lewat ekspedisi ke 34 provinsi itu, APPSI akan mengirimkan duta yang di antaranya berasal dari Tunas Muda Jatim serta perwakilan jurnalis, untuk mengekspos potensi daerah serta titik temu potensi antarprovinsi agar bisa saling bersinergi.

Di setiap provinsi, mereka akan beraudiensi dengan gubernur terkait inovasi unggulan, terobosan, dan potensi daerah sekaligus berdiskusi tentang pembinaan, pendampingan, dan pemasaran produk UMKM. Tim juga akan mengeksplorasi keunggulan geografis ekonomi pariwisata di setiap provinsi yang disinggahi.

Soekarwo mengatakan ekspedisi tersebut bisa menjadi kesempatan untuk membangun kerjasama dan kolaborasi antardaerah dalam hal memajukan perekonomian khususnya dalam hal UMKM.

Jawa Timur sebagai daerah dengan pasar importir tinggi dalam produk agroindustri, hortikultura dan Sumber Daya Alam bisa menjadikan Aceh sebagai sasaran pamasok kebutuhan. Apalagi, kata Soekarwo, Aceh punya potensi luar biasa khususnya pada produk agroindustri.

“Kesempatan kita bekerjasama untuk kolaborasi,” kata Soekarwo. “Kita akan belajar apa yang bisa diproduk di sini. Bahan baku impor bisa diimpor di Aceh,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend, Jumat.

Menjawab pernyataan Soekarwo, Nova Iriansyah mengatakan sinergi perdagangan antardaerah bisa ditingkatkan untuk memajukan perekonomian khususnya dalam hal UMKM. Inovasi yang ditawarkan Soekarwo dianggap cocok untuk memajukan usaha kedua daerah.[]

Editor : Ihan Nurdin