Yakin dan Berani, Modal Nurzahidah Bangun Getlatela

Nurzahidah @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Berawal dari keinginan untuk menemukan ‘kebebasan’ yang tak terikat dengan jam kerja, Nurzahidah bertekad memulai usaha sendiri pada 2014 lalu. Melihat peluang saat itu ia pun memilih menyasar usaha kuliner dan memilih donat sebagai produk utama usahanya.

“Donat itu makanan dari masa ke masa yang selalu diminati masyarakat, dengan sedikit modifikasi dengan memunculkan varian-varian baru kuliner ini seolah terus bertransformais mengikuti tren gaya hidup masyarakat yang sedang berkembang,” kata Nurzahidah saat berbincang dengan aceHTrend, Sabtu petang, 8 September 2018.

Walaupun ia tak begitu menyukai dunia masak-memasak khususnya baking, justru itulah yang membuatnya tertantang untuk terus belajar demi menciptakan produk bercita rasa khusus agar disukai konsumen. Pilihannya pun jatuh pada donat labu ketela, gabungan dari keduanya ia jadikan sebagai brand usaha, yaitu Getlatela.

Labu dan ketela, ujar penyuka warna ungu ini merupakan dua bahan baku yang mudah didapatkan di Aceh. Bila selama ini labu sering digunakan sebagai bahan baku untuk membuat timpan, ia mengkreasikannya menjadi bahan baku agar lebih sehat karena meminimalisir penggunaan tepung terigu. “Jadi, tak hanya enaknya yang didapat tapi juga sehatnya,” kata alumnus Fakultas Pertanian Unsyiah ini.

Labu-labu itu ia beli langsung dari petani di Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. Sekali beli bisa hingga 50 buah untuk stok sekitar dua bulanan. Dengan cara ini, dara yang biasa dipanggil Ida ini telah berkontribusi dalam membantu perekonomian para petani Aceh. Bila selama ini para petani di sana menanam labu hanya untuk ‘suka-suka’ karena harga jualnya yang rendah, sekarang justru serius menanam labu karena sudah tahu akan didistribusikan ke mana.

“Saya memang selalu beli langsung ke petaninya, ini juga memberikan kesempatan bagi saya untuk mengedukasi petani. Misalnya mereka harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk memanen labu. Karena saya tidak mau donat yang saya produksi kualitasnya rendah hanya karena bahan baku yang berkualitas rendah pula,” ujar perempuan asal Lhok Kruet, Sampoiniet, Aceh Jaya.

Hal yang sama juga ia lakukan untuk mendapatkan bahan baku ketela yang dipasok dari Sare, Aceh Besar. Walaupun bahan bakunya dibeli dari agen-agen di Pasar Lambaro, Ida memiliki spek khusus untuk ketela-ketela yang akan dibelinya.

Keinginan untuk punya usaha sendiri ini juga berawal dari semangat ingin mandiri dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Dengan memiliki usaha, tak hanya menyejahterakan diri tetapi juga membuka kesempatan peluang kerja bagi orang lain meskipun dengan jumlah yang sangat terbatas. Namun, Ida memiliki catatan untuk dirinya sendiri, bahwa kemandirian yang diperolehnya tidak membuat ia melupakan kodratinya sebagai perempuan.

Kini usaha yang dirintisnya itu telah berusia empat tahun. Dalam menjalankan usahanya ada kendala dan tantangan yang dihadapi Ida tetapi ia tak ingin fokus pada kendala. Ia juga dihadapkan pada kenyataan sang orang tua yang menginginkan dirinya menjadi abdi negara sebagaimana jejak empat saudaranya. Namun keputusannya untuk berdiri di kaki sendiri telah bulat ia pun bertekad membuktikan pada orang tua bila keputusan yang diambilnya untuk berwirausaha sudah benar.

“Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Awalnya mungkin mereka melihat usaha yang saya jalani ini terasa berat tapi ya kita buktikan saja, kalau sekarang sudah nggak masalah lagi malah sudah mendukung secara penuh.”

Selain sukses dengan brand donat labu ketelanya itu, Ida juga kerap diminta sebagai pembicara untuk acara-acara kewirausahaan. Lagi-lagi ini menjadi cara baginya untuk berbagi inspirasi dan motivasi agar anak-anak muda Aceh siap menjadi pengusaha. Ia pun memiliki pesan khusus bagi anak-anak muda yang memiliki hasrat dan semangat untuk punya usaha sendiri, tetapi masih ragu-ragu.

“Untuk memulai usaha kita butuh cinta, keyakinan, dan keberanian. Libatkan Allah di setiap langkah kita, ini saja modal utamanya. Sukai pekerjaan kita, berani mencoba dan memulai, berani melakukan saja saat kita ingin sesuatu. Dan yakin apa yang kita ikhtiarkan pasti akan diwujudkan oleh Allah,” ujarnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK