Buka Perkemahan Pramuka, Ketua DPRA Minta Pelajar Jauhi Narkoba

@Taufik Ar-Rifai/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin mengajak seluruh pelajar untuk memperkuat sosialisasi bahaya narkoba di lingkungannya masing-masing. Sosialisasi dan kampanye perang terhadap narkoba merupakan salah satu cara agar generasi Aceh ke depan tidak menjadi sarang empuk bagi peredaran barang haram tersebut.

Ajakan itu disampaikan Teungku Muharuddin saat membuka event perkemahaan pramuka “Scout Camp The Islamis New Year” di SMAN 1 Seuneuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (8/9/2018).

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi peredaran dan bahaya narkoba. Aceh tidak boleh menjadi sarang empuk bagi para pengedar narkoba karena itu musuh kita bersama,” ujar Teungku Muharuddin.

Teungku Muharuddin yang bertindak sebagai Inspektur upacara mengatakan, saat ini pemerintah Aceh terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, semakin meluasnya peredaran narkoba di masyarakat menjadi sinyal utama terhadap proses degradasi moral, khususnya bagi pelajar sebagai generasi Aceh.

Sebagai generasi penerus Aceh, Teungku Muharuddin juga menekankan pendidikan karakter bagi kader Pramuka. Pendidikan karakter merupakan salah satu langkah menyikapi masalah dekadensi moral. Pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan merupakan hal utama yang diperbincangkan saat ini. Pasalnya, tambah Teungku Muharuddin lagi, Pramuka merupakan satu pembentukan karakter bangsa dalam proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga.

Hal ini sesuai dengan motto berlatih, menangkal, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.

“Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang komprehensif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, baik mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Sebagai individu dan anggota masyarakat, atau proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengalaman nilai-nilai kepramukaan. Salah satunya adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin