Cara Ketua DPRA Sahuti Keluhan Warga Pedalaman Aceh Utara

Ketua DPRA Sahuti Keluhan Warga Pedalaman Aceh Utara (Foto: aceHTrend/Taufik Ar-Rifai)

ACEHTREND.CO, COM, Banda Aceh– Hari sudah beranjak siang, Jumat (7/9/2018). Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14:00 WIB. Landcruise yang ditumpangi Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin terus menerobos perbukitan di pedalaman Aceh Utara. Dari balik lensa kaca mobil, ia tampak sumringah dan menebar senyum takkala berpapasan dengan warga pemukiman setempat.

“Sebentar lagi kita akan tiba di Cot Girek, disana pak Camat dan Muspika setempat sudah menunggu kita. Namun sebelumnya kita akan meninjau dulu pembangunan jembatan Lubok Muku di Langkahan dan sekaligus mengecek akses jalan menuju ke Cot Girek,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Sepanjang perjalanan, hamparan persawahan dan puncak bukit yang berpadu padan dengan lembah. Sejauh mata memandang, hamparan perbukitan itu kini telah dipenuhi dengan rimbunan pepohonan kelapa sawit. Begitu halnya dengan akses jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Langkahan dan Cot Girek lumayan bikin kepala pusing dan perut mual. Ini dikarenakan kondisi jalanan yang masih berlubang dan belum tersentuh aspal. Akibatnya, warga yang mendiami di dua kecamatan ini setiap hari harus menghirup debu akibat buruknya kondisi jalan berdebu.

“Di kawasan ini padahal banyak sekali hasil komoditi masyarakat seperti hasil sawit dan perkebunan lainnya. Untuk itulah perlu perhatian dan penanganan serius dari Pemerintah Aceh melalui instansi terkait agar segera membuka akses jalan sehingga perekonomian masyarakat disini semakin meningkat,” ujar Tgk Muharuddin.

Kunjungan politisi Partai Aceh dalam rangka meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Utara. Adapun sejumlah proyek pembagunan tersebut diantaranya pembangunan Jety Kuala Laga Batang, Desa Matang Puntong, Kecamatan Seuneuddon, pembangunan jalan dan irigasi di Matang Jeulikat, Kecamatan Seuneuddon, Jembatan Lubok Muku desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan hingga peninjauan akses jalan menunju Cot Girek dan Lhoksukon.

Dalam kunjungan ini, turut serta Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Fajry dan Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi. Kedua pejabat SKPA ini turut melihat langsung bagaimana buruknya akses jalan yang kondisinya kian memprihatinkan.

Tiba di sudut tikungan kiri jantung Kota Cot Girek, rombongan ini berhenti dan langsung menuju ke kantor Camat Cot Girek. Setiba disana, Tgk Muharuddin beserta rombongannya langsung disambut hangat Camat Cot Girek, Maksum beserta muspika dan tokoh masyarakat setempat.

“Assalammualaikum,” ucap Tgk Muharuddin sambil menyalami camat dan satu persatu warga yang sudah menunggu.

Dalam kunjungan tersebut, Tgk Muharuddin mengutarakan keinginannya agar status jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Langkahan – Cot Girek hingga Lhoksukon segera dioptimalkan. Hal ini dikarenakan status jalan di dua kabupaten tersebut sudah ditetapkan menjadi jalan provinsi.

“Jadi, ini sudah saatnya berbenah. Harapan kita agar pemerintah Aceh melalui instansi terkait harus segera meng-upgrade jalan tersebut menjadi jalan provinsi. Ada sekitar 15,3 kilometer akses jalan yang sudah berstatus provinsi rusak parah. Awalnya, jalan ini sudah ditangani sekitar 4 kilometer dengan anggaran Rp 12 miliar untuk tahun ini. Selebihnya masih rusak parah. Untuk itu kita berharap agar Dinas PUPR Aceh segera memperbaiki akses jalan ini pada tahun 2019 nanti,” ujar Tgk Muharuddin.

Usulan Tgk Muharuddin ini akhirnya direspon positif oleh camat Cot Girek dan tokoh masyarakat setempat. Camat Cot Girek, Maksum mengatakan, saat ini banyak warga yang masih mengeluh belum adanya perbaikan jalan di kawasan mereka. Padahal, jalan yang menghubungkan kota Lhoksukon dan Kecamatan Langkahan ini sering digunakan masyarakat Cot Girek sebagai akses jalan yang dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Keluhan warga disini bukan tanpa alasan, ini juga dikarenakan jalan tersebut sering diakses mayarakat sehingga bukan tidak mungkin tidak ada kecelakaan yang terjadi khususnya di kala musim penghujan dimana kondisi jalannya licin dan berlubang,” ujar Camat Cot Girek, Maksum.

Sementara itu, Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin dalam sambutannya juga berhadap Pemerintah Pusat agar segera membenahi dan memperbaiki akses jalan menuju makam Cut Meutia. Pasalnya, akses jalan yang menghubungkan ke makam salah satu pahlawan nasional ini masih belum ditangani dengan baik.

“Padahal, jika disana ada makam pahlawan nasional, sudah sepatutnya pemerintah pusat segera meningkatkan status jalan itu menjadi jalan nasional. Ini tentu saja akan berdampak positif terhadap Pemkab Aceh Utara yang tidak perlu menggelontorkan dana APBK-nya,” ujar Tgk Muharuddin yang disambut tepuk tangan hadirin.[]

Editor : Irwan Saputra