Empat Dayah Perbatasan di Aceh Ramaikan Pekan Kreativitas Santri

Para santri menunjukkan kebolehannya melewati lingkaran api. @Taufik Ar-Raifai/aceHtrend

ACEHTREND.COM,- Karangbaru Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Usamah EL-Madny, diwakilkan oleh Muhammad Nasir membuka acara Pekan Kreativitas Santri di Kompleks Dayah Perbatasan Manarul Islam Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Minggu (9/12/2018).

Kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba ini diikuti oleh santri dari empat dayah perbatasan se-Aceh. Adapun pelaksaannnya berlangsung dari tanggal 09 September sampai 12 September 2018.

Keempat dayah tersebut masing-masing, Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang, Dayah Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara, Dayah Perbatasan Minhajussalam Kota Subulussalam, dan Dayah Perbatasan Safinatussalamah Aceh Singkil. Masing-masing dayah mengirim perwakilannya sebanyak 20 peserta, sehingga totalnya 80 orang.

Kegiatan itu diisi dengan lomba baca kitab kuning atau Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), lomba pidato (bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris), kaligrafi, cerdas cermat, dan cabang tilawatil Quran. Peserta masing-masing cabang terdiri atas putra dan putri. Sehingga total cabang yang diperlombakan sebanyak 16 cabang. Di samping itu juga kegiatan pendukung yaitu silaturahmi dan ta’aruf sesama santri.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh yang di wakili oleh Muhammad Nasir mengatakan, pekan kreativitas santri dayah perbatasan itu merupakan agenda tahunan pada UPTD Islamic Center Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kegiatan ini, menurutnya, pertama kali dilaksanakan di Dayah Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara pada tahun 2015, yang kedua di Dayah Perbatasan Minhajussalam Kota Subulussalam tahun 2016, yang ketiga di Dayah Perbatasan Safinatussalamah Aceh Singkil tahun 2017, dengan diadakannya acara ini di Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang maka semua sudah mendapat giliran dalam penyelenggaraannya.

“Dalam rangka memperkuat syariat Islam di Aceh, penyelenggaraan pendidikan dayah merupakan salah satu program prioritas selama lima tahun ke depan. Karena itu, mari kita manfaatkan peluang ini semaksimal mungkin memajukan dayah secara khusus dan berperan aktif dalam membentengi umat Islam dari upaya pendangkalan akidah oleh kalangan nonmuslim di wilayah perbatasan Aceh yang kini menjadi ancaman nyata bagi kita semua,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, yang diwakili oleh Muhammad Nasir.

Pekan kreativitas itu, kata Muhamamad Nasir, diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi serta meningkatkan kualitas santri dayah perbatasan. Karena itu, Muhammad Nasir berpesan, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pekan kreativitas santri ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada Dewan Juri perlombaan agar dapat bekerja dengan baik supaya menghasilkan juara-juara yang berkualiatas dan dapat mempertagunggjawabkan hasilnya. Mengenai Dayah Perbatasan Aceh Tamiang, Kepala Dinas Dayah dan Bupati Aceh Tamiang sudah sepakat dan memiliki cita-cita dan semangat yang sama untuk membenahi ulang Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang agar menjadi lebih baik dan berkualitas di masa mendatang dan juga menata ulang insfrastruktur dan kultur akademik di empat dayah perbatasan Aceh,” kata Muhammad Nasir.

Sementara itu, Rais ‘Am Dayah Perbatasan Manarul Islam, Mustafa Abdussalam, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh. Dalam hal ini, kata Mustafa, Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah memberikan kepercayaan penuh atas terlaksananya Pekan Kreativitas Santri Dayah Perbatasan Tahun 2018 di dayah tersebut.

“Semoga ke depan ada lagi kegiatan lain yang diadakan di dayah kami. Sehingga dapat memberi semangat dan motivasi kepada santri dan dewan guru kami walau harus belajar pada dayah di daerah perbatasan,” kata Mustafa.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Aceh Tamiang asisten II, Rudianto, Ketua DPRK, Fadhlon, Muspika Aceh Tamiang, orang tua wali santri serta tokoh masyarakat setempat.[]