Kembalikan Ruh Sabang, Ini Terobosan Sayid Fadhil dalam Mereformasi BPKS

Sayid Fadhil (kiri) didampingi Fauzi Umar meninjau guest house milik BPKS yang akan difungsikan sebagai hotel.

ACEHTREND.COM, Sabang – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) yang berdiri berdasarkan amanah UU Nomor 37 Tahun 2000 dirasa belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Sabang khususnya dan Aceh secara umum.

Menyikapi fenomena itu dan karena besarnya harapan rakyat yang digantungkan pada BPKS, Dr Drs Sayid Fadhil SH M.Hum yang dilantik sebagai Kepala BPKS pada Maret 2018 bertekad mereformasi BPKS sehingga Sabang kembali ke ruhnya sebagai kawasan pelabuhan bebas dan wisata bahari.

Ka BPKS dalam acara sosialisasi reformasi BPKS bersama stakeholders di Sabang.

“Ada tiga aspek yang sedang saya lakukan dalam mereformasi BPKS di bawah manajemen baru. Pertama adalah regulasi, kedua revitalisasi aset, dan ketiga pembenahan SDM,” kata Sayid Fadhil kepada aceHTrend, Sabtu (8/9/2018) di kantornya.

“Penataan pada tiga aspek inilah inti dari usaha pengembalian Sabang pada khittahnya sebagai trade tourism yang ditandai geliat keluar masuk barang melalui pelabuhan bebas yang dikawinkan dengan pariwisata bahari,” kata Sayid Fadhil didampingi Deputi Teknik dan Pembangunan BPKS, Fauzi Umar, dan Kepala Perusahaan Daerah Pembangunan Sabang (PDPS), Syarifuddin alias Pak Itam.

Sayid menambahkan, out put utama dari reformasi regulasi adalah lahirnya Pergub tentang tata cara keluar masuk barang, regulasi agraria dan tata ruang serta pelimpahan kewenangan di bidang perikanan ke BPKS.

Sementara revitalisasi aset adalah berupa pendataan dan pemanfaatan aset-aset BPKS sehingga mendatang keuntungan secara finansial. “Ketika ada investor yang mau berinvestasi di Sabang kita dapat langsung menawarkan aset-aset BPKS yang ada yang selama ini belum tergarap secara maksimal,” katanya.

Sebagai contoh aksi nyata, kata Sayid, saat ini wisma dan guest house milik BPKS sudah dibuat perjanjian untuk dikelola oleh manajemen Grand Arabia Hotel. Dari amatan aceHTrend guest house yang terletak di sisi belakang kantor BPKS itu sudah dibersihkan. Ia terdiri dari 14 kamar VIP dan 3 kamar VVIP dan 1 kamar mewah setingkat Presiden Suite.

“Kontrak dengan Grand Arabia Hotel untuk jangka waktu 5 tahun pertama sudah kita tandangani sejak pada 1 September lalu. Insya Allah akhir bulan ini sudah mulai beroperasi,” ujar Sayid Fadhil seraya menambahkan guest house itu tidak termanfaatkan sejak setahun terakhir.

“Selain view yang indah juga tersedia kamar-kamarnya mewah. Jadi, tamu-tamu penting sangat pantas menginap di sini,” harap Sayid Fadhil sambil membawa wartawan meninjau guest house dimaksud walau pada hari libur.

“Yang terakhir tapi sangat penting adalah pembenahan SDM. Semua SDM di BPKS kita gerakkan melalui pemberian job desk yang melekat pada masing-masing personil dan dievaluasi secara mingguan, bulanan, dan tahunan,” sebutnya.

“Peningkatan kapasitas karyawan sudah mulai dilakukan oleh Deputi Umum. Kita evaluasi potensi karyawan untuk selanjutnya kita tempatkan pada tempat yang sesuai potensinya. Karyawan-karyawan yang malas akan mendapat teguran, sanksi terberat adalah tidak diperpanjang kontrak kerja. Ini adalah lembaga publik, bukan pribadi. Jadi semua karyawan harus menjalankan amanah yang sudah dipercayakan dengan baik,” pesan Sayid Fadhil. []