Perangi Maladministrasi dengan Lomba Prang Mading

Siswa SMA sederajat berlomba membuat mading tentang malaadministrasi (Foto: aceHTrend/Yelly)

ACEHTREND.COM. Banda Aceh – Perangi Maladministrasi, begitulah tema yang dipilih Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh di kegiatan Lomba Prang Mading pada Sabtu, 08 September 2018. Lomba yang diadakan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ini bertempat di Aula Labschool Unsyiah Banda Aceh.

“Tema ini sengaja dipilih untuk mengajak partisipasi masyarakat untuk memerangi maladministrasi. Kegiatan ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan Ombudsman untuk mengajak kalangan siswa untuk memahami tentang maladministrasi,” ujar Taqwadin selaku ketua Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Sekitar sebelas kelompok siswa SMA / sederajat dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar berlomba membuat mading tentang maladministrasi. Mereka mencari tahu makna kata tersebut dan merangkai informasinya dalam bentuk sebuah mading sesuai dengan kreatifitas masing-masing perwakilan sekolah.

Setiap sekolah mengirimkan empat orang utusannya yang kemudian ikut berpartisipasi dalam lomba. Dalam waktu 90 menit, mereka harus menghasilkan sebuah mading yang memuat informasi tentang maladminstrasi. Kemudian dewan juri memberikan kesempatan untuk masing-masing kelompok untuk mempersentasikan hasil karya mereka.

Pantauan aceHTrend saat proses kegiatan lomba tersebut, tampilan mading yang dibuat para siswa SMA ini banyak yang membahas korupsi. Padahal maladministrasi berbeda dengan korupsi. Hanya ada beberapa kelompok yang benar-benar menginformasikan sesuai dengan tema yang ditetapkan. Salah satunya SMAN 10 Fajar Harapan yang mengangkat judul Autopsi akronim dari Ayo Stop Malaadministrasi dan mengantarkan mereka sebagai juara pertama dalam lomba ini.

Sedangkan untuk juara kedua dari SMAN 4 Nanda Aceh, dan juara ketiga dari SMAN Labschool Unsyiah Banda Aceh.

“Menurut saya itu menarik karena mereka berani tampil beda dengan membuat judul dari turunan tema yang ditetapkan,” ujar Yarmen Dinamika selaku juri Lomba Prang Mading.

Setelah lomba mading tersebut barulah para siswa dan guru pendamping menerima materi tentang jurnalistik yang disampaikan oleh Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. Di sinilah mereka mendapat penjelasan bagaimana menulis berita yang baik dan bisa diinformasikan kepada masyarakat. Termasuk unsur penting dan menarik dalam sebuah berita.

Sedangkan untuk materi Pengwasan Pelayanan Publik disampaikan oleh Asisten Ombudsman, Ayu Parmawati Putri. Para siswa dan guru pendamping diberi penjelasan tentang ruang lingkup, permasalahan, dan cerminan pelayanan publik publik yang ada di Indonesia. Sehingga di situ akan muncul beberapa bentuk malaadministrasi yang sering terjadi di pelayanan publik.

Para siswa dan guru pendamping yang mengikuti kegiatan ini juga senang bisa berpartispa dalam kegiatan ini, terutama para panitia yang merupakan siswa dari SMAN Labscool Unsyiah Banda Aceh.

“Senang banget bisa terlibat langsung dalam kepanitian Lomba Prang Mading yang dibuat oleh Ombudsman. Jadi, kita bisa lebih paham tentang malaadministrasi dan menginformasikan kepada teman-teman lainnya tentang tugas Ombudsman. Kami dari panitia berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut ke depannya,” ujar Arifa selaku ketua panitia Lomba Prang Mading.[]

Editor : Irwan Saputra