Rugi ke Aceh Kalau tak ke Tugu KM 0 di Sabang

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Popularitas Sabang sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri, bahkan mancanegara. Hampir setiap tamu yang datang ke Aceh mengaku menyempatkan diri pergi ke Sabang.

Mahyas, Yuli, dan Yudha yang berasal dari daerah berbeda-beda dan datang ke Banda Aceh untuk mengikuti acara BPOM menyempatkan diri datang ke Sabang usai penutupan acara.

“Salah satu destinasi wajib dikunjungi di Sabang adalah Tugu Kilometer Nol Indonesia. Sudah lama saya rindu ingin menyaksikan Tugu Nol Kilometer Indonesia dan baru kali ini kesampaian,” kata Mahyas, karyawati BPOM Yogyakarta dibenarkan dua temannya.

Ditemui aceHTrend pada Sabtu (8/9/18) petang di lokasi Tugu Nol Kilometer Indonesia, Mahyas mengaku terharu menyaksikan tugu itu. “Sekarang kami merasa sudah sah menjadi orang Indonesia saat datang ke sini,” katanya.

“Kami posting foto-foto di lokasi Tugu Nol Kilometer Indonesia kepada terman-teman dan semua mereka penasaran dan cemburu,” tambah Yuli, karyawati BPOM Medan.

Menurut Yuli, daya Tarik wisata Sabang luar biasa, tapi terkendala sarana transportasi. “Maunya setiap dua jam sekali ada pelayaran kapal cepat sehingga calon penumpang tak perlu menunggu lama di pelabuhan,” saran dia.

Tugu Nol Kilometer Indonesia terletak di ujung paling barat Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir tugu ini telah dibangun kembali oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dalam bentuk besar dan memiliki ciri khas Aceh dengan simbol rencong. Para pengunjung dapat naik ke bagian atas tugu ini untuk melakukan swafoto.

Setiap hari para pengunjung dari berbagai penjuru tanah air datang ke tugu ini. Khusus pada akhir pekan, hari libur, dan hari raya jumlah pengunjung meningkat tajam. Tugu yang terletak 25 km dari pusat kota Sabang dapat dijangkau dengan mudah karena jalan yang mulus dan view yang indah di sepanjang perjalanan. []