Pegawai BPMA Diambil Sumpah, Plt Gubernur Ingatkan Migas untuk Rakyat

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Pegawai Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) diambil sumpah dan penandatangan fakta integritas. Selanjutnya, pegawai BPMA akan mengikuti pembekalan dengan pemateri dari SKK Migas. Plt Gubernur Aceh ditemani Plt BPMA dan Wakil Kepala SKK Migas dan Adnan Ganto ikut menyaksikan pengucapan sumpah dan penandatangaman Pakta Integritas.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengingatkan sumpah dan pakta integritas bukan hanya sekedar ikrar yang menyatakan kesanggupan mentaati aturan di lingkungan BPMA.

“Lebih dari itu, saudara akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah SWT. Untuk itu saya minta saudara-saudari mentaati komitmen tersebut dengan baik. Jadikanlah sumpah dan janji itu sebagai pendorong semangat saudara dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” kata Nova, Rabu (12/9) malam di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Pegawai BPMA diambil sumpah, Rabu (12/9) Di Anjong Mon Mata, Banda Aceh

Plt Gubernur Aceh juga mengingatkan bahwa sebagai pegawai BPMA, tentu ada kewajiban dan larangan yang wajib diketahui sebagaimana diatur dalam tata disiplin pejabat BPMA di Provinsi Aceh.

“Salah satu kewajiban tersebut adalah melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan sepenuh hati dan tanggungjawab yang tinggi,” tegasnya.

Untuk memastikan kewajiban itu berjalan dengan baik, kata Nova, setiap pegawai harus menyusun rencana Kerja yang harus dilaksanakan dengan sikap jujur serta merujuk kepada peraturan yang berlaku.

“Sikap dan tingkah laku saudara
sebagai pegawai BPMA juga harus menjadi cerminan bagi masyarakat. Saudara dituntut meningkatkan kompetensi, memegang teguh integritas dan profesionalitas agar semua tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik,” tekannya.

Plt Gubernur Aceh menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas Pegawai BPMA, Rabu (12/9) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh

Nova juga mengingakkan bahwa pegawai BPMA adalah bagian dari unsur Pemerintah Aceh yang bertanggungjawab menjalankan tugas yang diberikan.

“Dalam hal ini, sebagaimana dasar pendirian BPMA, bidang tugas yang saudara tangani berkaitan dengan dukungan bagi pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan kontrak usaha Migas di wilayah kewenangan Aceh. Dengan demikian pengelolaan sumberdaya alam itu dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan rakyat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Plt Gubernur Aceh mengingatkan visi Pemerintahan Aceh “Terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil, dan melayani. Visi ini menggambarkan kalau Pemerintah Aceh wajib meningkatkan kinerjanya guna memenuhi tuntutan masyarakat agar tercipta pelayanan prima, akuntabel dan transparan. Saya harap visi ini menjadi bagian dari nafas saudara-saudara, ” terangnya.

Migas untuk Rakyat
Dijelaskan, bersamaan dengan itu, pengelolaan sumber daya alam juga harus dioptimalkan agar dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan rakyat.

Disebutkan lagi, salah satu sumber daya alam yang potensial dikembangkan di Aceh adalah Migas. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh menyatakan bahwa Aceh memiliki keistimewaan dalam pengelolaan Migas di
wilayah ini.

Secara spesifik hal ini dipertegas lagi di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Alam Migas di bumi Aceh.

Sesuai PP tersebut, Pemerintah Aceh mendapat kewenangan menjalin kerjasama dengan investor dalam pengelolaan Migas di daerah ini.

Dalam menjalankan kewenangan itu, PP Nomor 23 tahun 2015 mengamanatkan dibentuknya BPMA yang merupakan Badan Pemerintah yang berkedudukan di Banda Aceh, berada di bawah Menteri dan bertanggung jawab kepada Menteri dan Gubernur.

“Tugas BPMA adalah melaksanakan pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerjasama Migas agar sumber daya alam itu memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat dan negara. Saudara-saudari yang diambil sumpah jabatannya hari ini adalah bagian dari motor penggerak BPMA ke depan. Itu sebabnya komitmen saudara terhadap pakta integritas mutlak harus dibuktikan sebagai jaminan bahwa saudara siap menjalankan tugas dengan baik,” ingatnya.

Disebutkan, tantangan dalam
menjalankan tugas itu tidak mudah, mengingat sistem pengelolaan Migas sangat kompleks.

“Itu sebabnya pengetahuan saudara terkait tugas dan tanggungjawab
sebagai pegawai BPMA harus senantiasa ditingkatkan. Karena terhitung hari ini saudara merupakan pegawai baru di lingkup BPMA, maka penting bagi saudara untuk mengenal lebih dalam isi tubuh tentang BPMA ini,” sampainya.

Seusai pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas, pegawai BPMA juga mengikuti pembekalan untuk memahami lebih detail tugas dan tanggungjawab yang akan dijalankan ke depan.

Jubir Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, ke 53 pegawai BPMA yang sudah diambil sumpah dan menandatangani Pakta Integritas serta pembekalan juga akan mengikuti proses magang di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jakarta.

“Proses magang itu wajib diikuti, sebab mulai Januari 2019, semua tugas SKK Migas yang ada di wilayah Acehakan diserahkan kepada BPMA. Oleh sebab itu, pegawai BPMA diharapkan tidak melewatkan semua proses pembekalan yang telah disiapkan. Bapak Plt mengingatkan agar mengikuti semua proses dengan semangat dan disiplin yang tinggi. Tadi Bapak Nova juga menekankan pegawai BPMA harus siap menjalankan tugas-tugas BPMA sebagaimana diamanatkan di dalam PP no 23 tahun 2015,” sebut Saifullah Abdulgani. []