Warga Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Jalan Kuala Baru-Buloh Seuma

ACEHTREND.COM, Singkil–Sebanyak lima unit jembatan kayu yang menghubungkan ruas jalan Kuala Baru, Aceh Singkil dengan Buloh Seuma, Aceh Selatan, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Kayu-kayu balok yang dilintangkan  berfungsi sebagai lantai jembatan sudah banyak yang kupak-kapik. Patah dan terbelah. Bahkan,  banyak yang telah lapuk dimakan usia.

Di samping itu, banyak perkayuan jembatan atau titian yang telah bergeser karena lindas kendaraan yang melintas, diterpa air, dan digerus banjir.

Akibatnya, dalam tiga pekan ini, kata Camat Kuala Baru, Syam’un kepada AceHTrend, Selasa (11/9/2018), akses transportasi dari Kuala Baru-Buloh Seuma menjadi  terputus. Kendaraan, tidak bisa lewat. Terutama kendaraan roda empat.

Syam’un menjelaskan, terputusnya akses jalan yang menjadi urat nadi ke dua daerah yang terletak di bibir Pantai Samudera Hindia itu, membuat warga mengeluh.

Di samping mereka tak bisa berpergian dari Kuala Baru ke Buloh Seuma selanjutnya ke Trumon atau ke Subulussalam, begitu pula sebaliknya. Hal ini juga,  telah membuat harga kebutuhan pokok, termasuk sayur-mayur menjadi melonjak. Ikan hasil tangkapan nelayan banyak yang membusuk karena tak bisa dibawa ke luar.

Menurut keterangan Syam’un, beberapa tahun belakangan ini, sejak terbuka jalan Kuala Baru-Buloh Seuma, kebutuhan pokok di Kuala Baru, sudah jarang dari Singkil atau diangkut melalui sungai.

Melainkan, lebih banyak dari Aceh Selatan dan Subulussalam. Malah sayur-mayur, banyak datang dari Sidikalang-Sumatera Utara. Semua kebutuhan itu, diangkut melalui transportasi darat.

Karena prihatin terhadap hal ini, warga Kuala Baru dan warga Buloh Seuma, kata Camat Syam’un, berinisiatif melakukan gotong royong dan meriphe (mengutip uang) untuk memperbaiki jembatan yang rusak.

“Kami bergotong royong dan mengutip uang untuk menyewa exavator (beko) dan shansaw guna memperbaiki jembatan. Karena jembatan dan  jalan ini, bagi warga sangat vital. Di samping sebagai transportasi membawa kebutuhan pokok. Juga untuk mengatasi keterisoliran kedua daerah,” ungkap Syam’un.

Syam’un mengakui, kendati jembatan tersebut telah diperbaiki dengan cara bergotong royong dan melakukan kutipan dana dari warga dengan cara temotok. Dan sekarang sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, upaya itu belum maksimal.

Warga melalui Camat Kuala Baru, tetap berharap agar pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berkontruksi beton.

Selaku camat, kata Syam’un, pihaknya akan berusaha menyampaikan keluhan masyarakat melalui agenda-agenda rapat kepada pihak terkait.

“Tidak hanya warga Kuala Baru. Seluruh warga Aceh Singkil dan Aceh Selatan termasuk juga warga daerah lainnya sangat menginginkan agar pembangunan jalan Singkil-Buloh Seuma cepat rampung. Termasuk jembatan Kilangan. Jika itu terjadi, Aceh Singkil tidak lagi menjadi daerah terisolir atau berada di gang buntu,” pungkas Syam’un yang beberapa bulan lalu diangkat menjadi camat.[]