Azhari Idris: BPMA untuk Genjot Industri Hulu Migas di Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Plt Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Azhari Idris mengharapkan pegawai BPMA agar dapat menjalankan tugasnya guna membangun perekonomian Aceh yang lebih baik lagi.

Dijelaskan, pegawai BPMA akan melakukan pengendalian dan pengawasan guna menggenjot operasi semua blok migas yang berada di Aceh.

“Pegawai BPMA merupakan Putra Putri Aceh terbaik yang mempunyai pengalaman di kegiatan usaha hulu migas baik dalam maupun luar negeri yang berkomitmen untuk balik dan membangun Aceh ,” jelas Azhari Idris, Rabu (12/9) malam.

Bertempat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh 55 pegawai BPMA melakukan pengambilan sumpah,penandatanganan pakta integritas dan pembukaan program onboarding (pembekalan) pegawai BPMA dalam rangka pengalihan manajemen pengelolaan kegaitan usaha hulu migas di Aceh dari SKK Migas ke BPMA.

Azhari Idris mengharapkan kepada seluruh pegawai BPMA agar dapat menjalankan tugasnya masing–masing dan nantinya dapat membangun perekonomian Aceh yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Plt Kepala BPMA ini juga menyampaikan lokasi operasi blok migas yang berada di Aceh, khususnya:
1. Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB, yang sedang proses perpanjangan kontrak.
2. Medco EP Blok A Malaka, yang sudah berproduksi dan pengembangan sumur
baru.
3. Pertamina EP Rantau, yang sudah berproduksi dan penjajakan pengalihan status ke BPMA.
4. Triangle Pase Inc Blok A Pase, yang sudah berproduksi.
5. Talisman-Repsol Blok Andaman III, yang sedang persiapan pemboran sumur
Explorasi
6. Renco Energy South Blok A, sedang persiapan pemboran sumur explorasi.
7. Zaratex N.V Blok Lhokseumawe, dalam proses approval POD
(Plan of Development).

Sementara Nova Iriansyah, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh membuka secara resmi Program Onboarding (Pembekalan) bagi pegawai BPMA yang berlangsung mulai 10 s.d 29 September 2018 dalam Rangka Pengalihan Manajemen Pengelolaan kegiatan Usaha Hulu Migas Aceh ke BPMA. Nantinya pegawai BPMA akan melakukan coaching di SKK Migas dan kemudian dilanjutkan dengan On the Job Training (OJT).

Hal ini sesuai dengan rencana kerja pemantapan sumberdaya pegawai BPMA untuk dapat menjalankan fungsinya masing-masing dan mengembangkan kapasitas teknis. Saat ini BPMA sedang dalam masa transisi untuk menerima pengalihan manajemen pengelolaan industri hulu migas di Aceh dari SKK Migas yang ditargetkan selesai pada Januari 2019 nanti.

“Anda mengemban amanah dan ekspektasi rakyat Aceh yang begitu tinggi terhadap perkembangan kegiatan Usaha Hulu Migas Aceh. Nantinya para pegawai BPMA menjadi lokomotif terdepan untuk memajukan dan mengelola Hulu Migas Aceh,” jelas Nova dalam arahannya kepada pegawai BPMA.

Nova berharap di tengah menurunnya produksi perminyakan di Indonesia, maka dengan adanya BPMA diharapkan, Aceh dapat bangkit di sektor hulu migas.
BPMA akan full operation setelah seluruh kegiatan onboarding, coaching di SKK Migas, dan On the Job Training (OJT) di KKKS untuk selanjutnya terjun langsung melakukan pengawasan operasional KKKS secara penuh sesuai amanat PP No 23 tahun 2015.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas menyatakan, “BPMA akan berkolaborasi dengan SKK Migas untuk kepentingan hulu migas dan SKK Migas siap memberikan full support dalam rangka manajemen alih pengetahuan dan pembekalan pegawai BPMA untuk pengelolaan kegiatan hulu migas di Aceh,” jelas Sukandar dalam sambutannya.

Berdasarkan PP 23 tahun 2015, BPMA mempunyai tugas untuk melakukan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu agar pengambilan sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi milik negara yang berada di darat dan
laut di wilayah kewenangan Aceh dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.