Kontribusi Habib Bugak Sangat Besar untuk Aceh

ACEHTREND.COM,Bireuen – Ketua DPRA Teungku Muharuddin menyebutkan kontribusi Habib Bugak sangat besar untuk Aceh. Waqafnya bisa dirasakan hingga saat ini oleh jemaah haji Indonesia asal Aceh.

Hal ini disampaikan oleh Muharuddin, Rabu (12/9/3018) kala meninjau makam Habib Abdurrahman Bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak, di Gampong Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Bireuen.

Dalam keterangannya, Teungku Muhar menyebutkan, harta kekayaan yang diwaqafkan oleh Habib Bugak di Tanah Suci, menjadi salah satu aset penting bagi Aceh, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh tiap jamah haji Indonesia asal Aceh. Setiap tahun ada sekitar 25 miliar dana yang dibagikan untuk jamaah asal Tanoh Rincong, tiap orang menerima lima juta rupiah.

“Harta kekayaan Habib Bugak yang telah diwakafkan menjadi salah satu aset Aceh yang saat ini diterima manfaatnya bagi seluruh jamaah haji Aceh. Setiap tahunnya jika kita akumulasikan sekitar Rp 25 miliar yang diberikan untuk jamaah haji Aceh. Masing-masingnya mendapat Rp 5 juta. Begitu besar kontribusi beliau, maka dari itu Pemerintah Aceh harus memberikan perhatian khusus bagi pahlawan Aceh ini,” kata Teungku Muhar.

Dalam kesempatan itu ia berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dapat menjadikan Makam Habib Bugak sebagai objek wisata atau cagar budaya sejarah Aceh. Hal ini bertujuan agar membuka ruang bagi para wisatawan dalam maupun luar negeri yang ingin berkunjung ke makam ulama kharismatik tersebut.

Politisi Partai Aceh ini menjelaskan, pemugaran areal makam Habib Bugak telah dilakukan sebagian oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen. Namun dalam ziarah tersebut, Tgk. Muharuddin melihat jalan menuju makam dan pagar masih harus dibenahi.

“Untuk pembangunan pagar akan saya upayakan di tingkat provinsi, yang dalam waktu dekat akan kami bahas bersama dengan Disbudpar atau Gubernur Aceh. Sementara untuk akses jalan, sementara ini kita pulangkan ke Pemkab Bireuen. jika dibutuhkan anggaran, maka akan kita perjuangkan di tingkat provinsi dengan syarat status jalan harus ditingkatkan dari kabupaten menjadi jalan provinsi,” ujar Tgk Muharuddin.

Muharuddin menambahkan, Aceh saat ini banyak dikunjungi para wisatawan luar. Namun menurutnya objek wisata yang dikunjungi masih seputar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

“Untuk itu diharapkan makam Habib Bugak ini dapat dijadikan salah satu objek wisata sejarah Aceh. Dinas terkait diharapkan dapat gencar mempromosikan makam ini, agar masyarakat dan wisatawan luar mengetahui kisah sejarah kedermawanan Habib Bugak,” ujar Muharuddin.

Untuk diketahui, Habib Bugak merupakan ulama dermawan asal Aceh di Mekkah. Beliau (sekitar tahun 1803 masehi) mewakafkan tanah dan bangunan yang dimilikinya untuk masyarakat Aceh yang dikelola Pemerintah Arab Saudi. Hasil dari pengelolaan harta Habib Bugak setiap tahunnya disumbangkan untuk kebutuhan Masjidil Haram dan jamaah haji asal Aceh yang berangkat ke tanah suci. [ ]

Editor : Muhajir Juli