Gagal Kelola DAK, Aceh Besar Akan Kehilangan 8,9 Miliar

ACEHTREND.COM,Jantho- Kabupaten Aceh Besar yang digawangi oleh Ir Mawardi Ali dan Waled Husaini, akan kehilangan dana pembangunan senilai Rp 8,9 miliar dari total pagu Rp 91,6 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN 2018.

Hal ini diakibatkan oleh gagalnya sejumlah tender paket di Dinas Kesehatan Aceh Besar. Menurut data dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Aceh Besar, senilai Rp 3,5 miliar lebih dari total DAK yang hangus tersebut disumbang dari gagalnya tender sejumlah paket di Dinas Kesehatan.

Dikutip dari BeritaKini, hingga tenggat yang ditentukan yakni 21 Juli 2018, Dinas Kesehatan Aceh Besar tak juga menginput dokumen kontrak ke sistem online monitoring sistem perbendaharaan anggaran negara (OMSPAN).

Sementara Rp 5,4 miliar sisanya berasal dari akumulasi efesiensi lelang semua paket DAK fisik Aceh Besar. Ini artinya, semua dana tersebut tetap berada di rekening kementerian alias tak mengalir untuk daerah.

Sekda Aceh Besar Iskandar yang dikonfirmasi mengatakan, beberapa paket gagal tender tersebut di antaranya adalah rehab gedung puskesmas di Blang Bintang.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Aceh Besar, Rahmat Aulia, S.Pd,i, menyikapi persoalan tersebut menyampaikan, terkait persoalan Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh Besar tahun 2018 yang harus dikembalikan ke Pemerintah Pusat, merupakan bukti bahwa Pemkab Aceh Besar, dalam hal ini dinas-dinas terkait (Dinas PUPR dan Dinkes-red) Aceh Besar belum mampu bekerja secara profesional dan maksimal dalam mengelola anggaran keuangan.

Dirinya mengatakan, proses tender yang terlambat dan hal tersebut lebih kepada persoalan teknis pelaksanaan kegiatan, membuat sejumlah dana yang begitu besar harus ditarik kembali ke Jakarta.

“Dalam hal ini tentunya juga sangat merugikan daerah, karena dana tersebut sangat bermanfaat dan berguna, terutama menyangkut persoalan air bersih dan kesehatan,” kata Rahmat Aulia, Kamis (13/9/2018).

Gagalnya serapan DAK 2018, ia harap menjadi pelajaran bagi Bupati Ir. Mawardi Ali, dan Wakil Bupati Tgk. Husaini A Wahab, ketika memilih dan menempatkan seseorang pada jabatan kepala dinas san jajarannya.

Sumber: BeritaKini,KlikSatu

Foto dikutip dari Lemonade Photography.