Haji Uma : Suara Azan Harus Diperkeras

Foto : Haji Uma/dok.aceHTrend

ACEHTREND.COM, Jakarta – Beredarnya Surat Edaran tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mushola dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI tertuang melalui surat nomor B. 3940/DJ. III /Hk. 00.7/08/2018, melahirkan reaksi dan tanggapan dari berbagai pihak, baik pro maupun kontra.

Senator asal Aceh, H. Sudirman turut bersikap terhadap surat edaran tersebut. Wakil Sekretaris Kelompok DPD di MPR RI tersebut mengatakan bahwa azan adalah panggilan salat bagi umat Islam, jadi suaranya harus keras agar terdengar oleh umat muslim.

Menurut Haji Uma, surat edaran tersebut tidak relevan jika diberlakukan secara sama rata bagi seluruh daerah. Misalnya Aceh yang mayoritas populasinya adalah muslim, surat edaran dari Kemenag tersebut tidak dapat berlaku. Demikian juga dengan daerah lain di Indonesia, termasuk dengan populasi umat Islam sebagai minoritas. Karena toleransi dan hormat menghormati antar umat beragama telah terbangun lama dan jangan digesek hingga menimbulkan polemik umat beragama.

“Masyarakat khususnya di Aceh tak perlu risau dengan surat edaran tersebut, tetap seperti yang berlaku sejak dulu hingga kini, sebaliknya suara azan dan pengajian di masjid atau meunasah perlu diperkeras agar terdengar oleh semua umat di segala penjuru”, tegas Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan bahwa surat edaran dari Kemenag itu hanya menimbulkan keresahan dan kegaduhan umat. Apalagi belakangan mencuat kembali soal Islam Nusantara yang hanya akan mengkotak-kotakkan umat Islam di Nusantara.

“Dari dialog dengan beberapa ulama di Aceh, para ulama mengungkapkan keresahannya atas munculnya konsep Islam Nusantara. Munculnya Islam Nusantara hanya membingungkan umat”, ungkap Haji Uma.

Menurut Haji Uma, setahu dirinya dari dulu belum pernah ada konsep yang mengkotak-kotakkan umat Islam karena tidak semua umat Islam di Nusantara yang bersepakat bahkan menolak konsep Islam Nusantara dengan berbagai dasar argumentasinya. Umat Islam di daerah cenderung melihat konsep Islam Nusantara hanya akan membentuk polarisasi dan melemahkan ikatan umat Islam di Indonesia.[]

Editor : Irwan Saputra