Sembilan Tim Berlaga di Gala Siswa Indonesia 2018

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, memasuki Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, untuk melakukan tendangan bola pertama pada pembukaan GSI SMP Tahun 2018.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Atlet muda dari sembilan kabupaten/kota di Aceh akan berlaga dalam ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP tingkat provinsi di Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh sejak 12-16 September 2018.

Kesembilan kabupaten/kota tersebut, yaitu Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, dan Aceh Jaya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, saat membuka secara resmi GSI 2018 tersebut mengatakan, atlet jebolan GSI ini harus mendapat perhatian lebih dengan memberikan latihan intensif.

“Dengan adanya perhatian yang lebih ini, maka pembangunan sepak bola yang unggul di Indonesia akan segara terwujud. GSI ini merupakan wadah bagi siswa dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter melalui olahraga, khususnya pada cabang sepak bola,” ujarnya, Kamis (13/09/2018).

Menurutnya, sekolah dapat mengembangkan kegiatan olahraga sepak bola pada kegiatan ekstrakurikuler. Ajang GSI Ini akan dilaksanakan secara berjenjang pada tahun 2018. Ia mencontohkan seperti pada pelaksanaan olimpiade olahraga dan seni nasional.

“Ajang GSI ini merupakan salah satu usaha pemerintah dalam mengajak para pihak yang berwenang memberikan ruang belajar bagi para siswa berbakat dan berminat pada bidang sepakbola, guru, suppporter, orang tua dan pihak swasta untuk sama-sama belajar dalam menggerakkan produksi dan komunitas sepak bola untuk kemajuan dunia sepak bola di tanah air,” jelasnya.

Syaridin juga mengatakan, para atlet yang tergabung dalam tim ini telah melalui proses seleksi yang begitu ketat dari masing-masing sekolah.

“Sehingga yang tergabung dalam tim mewakili masing-masing kabupaten/kota merupakan siswa yang memiliki talenta yang unggul dalam bidang sepak bola,” ujarnya.

Kadisdik Aceh berharap ajang GSI SMP dapat melahirkan atlet yang mampu berkiprah di tingkat nasional dan internasional serta bisa membela Timnas Indonesia di masa yang akan datang.

“Saya berharap atlet-atlet sepakbola yang mengikuti ajang GSI ini bisa direkrut oleh PSSI dan KONI, guna menjadi pemain-pemain profesional,” harapnya.

Kepada tim maupun dewan juri ia menekankan untuk dapat menjunjung tinggi sportivitas selama berlangsungnya GSI tersebut. Sehingga, para juara benar-benar mampu mengharumkan provinsi Aceh pada ajang di kancah nasional nantinya.

Tim yang keluar sebagai juara pertama dalam event ini akan mewakili Aceh ke GSI tingkat nasional pada Oktober 2018 di Jakarta.[]

Editor : Ihan Nurdin