1.000 Investor Hadir, Boyolali Defisit Tenaga Kerja, Bagaimana dengan Aceh?

Sumini (kiri), instrukstur kelas menjahit pada BLK Boyolali. Tidak ada pengangguran di Kabupaten Boyolali. (Foto : Hasan Basri /aceHTrend)

ACEHTREND.COM, Boyolali – Sampai tahun 2018 lebih 1.000 investor hadir dan membuka perusahaan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Boyolali pun devisit (kekurangan) tenaga kerja sehingga terpaksa didatangkan dari luar.

“Perusahaan-perusahaan itu bertaraf nasional dan internasional terutama dari Jepang dan Korea,” ujar Choiruddin, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali, dalam pertemuan dengan tim Pemerintah Aceh dari Disnaker, Bappeda, dan Biro Hukum, Jumat (14/9/2018), di BLK setempat.

“Sebagian besar atau lebih 60 persen dari perusahaan yang berinvestasi di Boyolali bergerak dalam bidang garmen,” lanjut Choiruddin didampingi instrukstur BLK sebagai pihak yang menyiapkan tenaga kerja untuk berbagai perusahaan di Boyolali.

“Tenaga kerja yang kami latih melalui BLK semuanya terserap, tidak ada yang menganggur. Bahkan saat ini Boyolali defisit tenaga kerja,” lanjut dia sambil menambahkan wilayahnya sangat kondusif untuk investasi.

“Tidak ada gangguan apa pun. Masyarakat Boyolali sangat terbuka, harga tanah murah, dan UMK tidak memberatkan perusahaan yaitu Rp 1.651.000,” sebut Choiruddin.

Foto : Hasan Basri

Dia menambahkan, visi utama bupati Boyolali adalah meningkatkan daya saing kabupaten dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Lalu, bagaimana dengan Aceh? Aswar Liam, Kasubbid Pengembangan Usaha dan Investasi Bappeda Aceh, berharap agar semua kabupaten di Aceh memetakan potensi utama untuk kemudian dikembangkan melalui berbagai industri hilir dan menarik investor untuk membuka usaha.

“Aceh mempunyai potensi luar biasa. Setiap daerah ada potensi khas masing-masing yang dapat digarap secara maksimal. Selain itu, masyarakat harus terbuka dan pro-investasi,” kata Aswar Liam kepada aceHTrend.

“Pemerintah Aceh bersama masyarakat harus mendukung usaha-usaha mendatangkan investor yang akan membuka lowongan kerja sehingga efektif dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Tanpa kehadiran dunia usaha, pengangguran dan kemiskinan mustahil ditekan,” katanya.

Tim dari Pemerintah Aceh ke Boyolali dipimpin Aswar Liam S Hut MAP (Bappeda). Ikut hadir Bukhari ST (Kepala UPTP BLKI Banda Aceh), Tarikat SE (Disnaker Aceh), Junaidi SH M Hum (Biro Hukum), Yunita SP, Cut Vivi, Arafah M Si, (Bappeda), Dr Ramzi Adriman (Unsyiah), dan Hasan Basri M Nur (UIN Ar-Raniry).[]

Editor : Irwan Saputra