Asia Sentinel Hapus Berita tentang SBY, Kenapa?

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Berita tentang Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat menghebohkan publik di Indonesia sudah dihapus.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi aceHTrend tidak bisa membaca lagi berita yang sebelumnya masih bisa dibaca.

“Menarik: Asia Sentinel menarik berita fitnah mengenai SBY dari websitenya. Teringat pepatah : berani karena benar, takut karena salah..” tulis Dino Patti Djalal di akunnya, Sabtu (15/9) pukul 10.54.

Sehari sebelumnya, link berita yang sudah tersebar di berbagai media sosial juga sempat menghilang. Berita laporan berjudul Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy yang mengungkap skandal pencurian uang pembayar pajak senilai 12 miliar dolar Amerika Serikat yang diduga dilakukan rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa lagi dibaca.

Saat link: https://www.asiasentinel.com/politics/indonesia-sby-government-criminal-conspiracy/ di klik pada pukul 10.00 pagi, Jumat (14/9/2018) tertulis “page not found 404.”

Satu jam kemudian, berita laporan yang ditulis John Berthelsen 11/9 itu sudah bisa dibaca kembali. Laporan tersebut mengungkap dugaan terhadap Sby yang didasarkan pada laporan penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan ke Mahkamah Agung Mauritian.

Berbagai spekulasipun bermunculan akibat laporan itu. Dan, yang paling marah adalah pihak Partai Demokrat, termasuk SBY, yang menyebut laporan sampah dan fitnah di tahun politik.

SBY sendiri mengaku siap ditangkap dan dipenjara jika berita yang disebut fitnah itu benar. “Kalau tidak benar, saya tuntut Rp 177 triliun dan semua uangnya saya serahkan kepada rakyat Indonesia yang kurang mampu, ” kata SBY sebagaimana banyak diwartakan media.

Polisi PD Rachland Nashidik melalui akun twitternya juga menyatakan jika Demokrat akan menggugat Asia Sentinel dan John Berthelsen atas laporannya yang fantastis, sepenuhnya bohong, dan keluar di tahun politik ini.

“Kami juga akan mengadukan ke muka hukum semua pihak yang mendalangi, mengamini dan menyebarkan laporan bohong itu,” tulis Rachland, Jumat (14/9).

Apakah karena SBY menyatakan akan menuntut maka Asia Sentinel menghapus link berita yang sudah menjadi konsumsi publik di Indonesia?! []

Editor: Risman Rachman