Jos, Jongos yang Jadi Bos, Tapi Ibunya Masih Dagang Sayur

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Nama panggilannya Jos. Jos, menyebut dirinya Jongos. Saat Jos memutuskan merantau di Jakarta ia memutus menjadi Office Boy di ANTV dan lalu berpindah ke MTV Indonesia.

Di kedua tempat itulah Jos belajar keras, yang akhirnya mengubah nasibnya hingga 360 derajat. Jos yang awalnya seorang office boy (OB) dari transmigran di Lampung, kini menjelma sebagai bos lima perusahaan dengan omset miliaran.

Perusahan pertama milik Jos adalah Numedia. Perusahaan ini bergerak pada layanan digital signage untuk media luar ruang.

Setelah itu, Jos mengibarkan bendera Go Line, yakni aplikasi berbasis sistem antrean online. Contohnya, untuk diaplikasikan di rumah sakit.

Bisnis ketiga Jos adalah Numyseed Academy, yaitu kampus yang bergerak di bidang perhotelan dan pelayanan yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat.

Perusahaan keempat adalah Numotion, bergerak di bidang rumah produksi dan graphic house.

Bisnis kelima, Kamubisa.com, yang merupakan Web TV Channel yang menayangkan berbagai video tutorial.

Kini, Jos menulis kisahnya dalam buku berjudul : “I’am Jongos”.

Jos pun punya obsesi kemusiaan. Ia ingin pensiun di usia 45 tahun.

Di usia itu, Jos yang bernama lengkap Bernardus Yosep Te Victoria bertekad membangun ‘rumah pintar’, sejenis panti penampungan bagi anak-anak yang diyatim piatukan keadaan.

Jos bercita-cita ingin melatih jiwa entrepeneur mereka sekaligus menumbuhkan mental pemberi dan mengikis habis mental peminta. “Hidup bukan semata soal hitung-hitungan. Ada saatnya memberi pelayanan,” jelas Jos untuk cita-citanya.

Hanya saja, yang belum berhasil ditaklukkan oleh Jos adalah mengajak ibunya yang berdagang sayur keliling untuk berhenti. Dia mengaku siap mengganti pendapatan ibunya setiap hari jika mau berhenti berdagang sayur keliling.

Sayang, usaha Jos masih belum berhasil. ”Saya sudah beberapa kali memohon ibu berhenti dagang sayur dan saya ganti keuntungannya berapa tiap hari. Namun beliau tidak mau. Jadi, bagaimana lagi mungkin ibu saya menemukan kebahagiaan dengan berdagang sayur dan tetap dapat beraktivitas,” jelas ayah tiga anak ini kepada media Swa. []

Editor: Risman Rachman