Penambangan Batu Gajah di Meukek, Masuk ke Kawasan Ekosistem Leuser

Assalamualaikum, saya ingin menguraikan proses pengambilan batu gajah di Gampong Ladang Baro Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, oleh salah satu perusahaan, yang perlu dievaluasi kembali oleh pihak terkait. Baik itu pemerintah Daerah, Aparat penegak hukum maupun pemerhati lingkungan.

Aktivitas penambangan batu gajah tersebut dilakukan pada areal sumber pengambilan air masyarakat, dan juga masuk kedalam Kawasan Hutan produksi yang sudah melewati tugu batas Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Aktivitasnya jika dilihat juga sangat berbahaya karena ada Daerah Aliran Sungai (DAS) yg dibendung untuk dilintasi mobil pengangkut material, hal ini ditakutkan apabila sewaktu-waktu hujan deras dapat mengakibatkan meluapnya Air sehingga menyebabkan banjir bandang.

Jika merujuk pada aturan Rencana Tataruang Wilayah (RTRW) proses pengambilan batu gajah dilakukan dengan jarak paling dekat 500 meter dari pemukiman masyarakat. Jika aktivitas penambangan galian C batu gajah ini terus menerus dilakukan akan berakibat fatal bagi kelansungan fungsi ekologis di wilayah tersebut, karena seperti kita ketahui bahwa batu yang besar itu berfungsi untuk mengatur derasnya air di sungai jika hujan deras, dan juga menghambat sedimen untuk proses pendangkalan sungai dan juga untuk menjaga struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Jadi besar harapan kami kepada pihak terkait untuk mengevaluasi kembali aktivitas penambangan galian C tersebut.

Tertanda
Martunis, S.Pd.
Alamat : Gampong Ladang Baro Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan.