Solo Technopark Tampung Hasil Riset PT untuk Dikormersialkan

ACEHTREND.COM, Solo – UPT Solo Technopark yang secara kelembagaan berada di bawah Bappeda Kota Surakarta selalu menampung hasil riset Perguruan Tinggi (PT) yang siap aplikasi untuk dikomersialkan.

“Kami melakukan kerja sama dengan semua Perguruan Tinggi di Solo untuk komersialisi hasil riset akademisi,” Yudit Cahyantoro, Pejabat Teknis Pelayanan dan Pengembangan UPT Solo Technopark dalam pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Aceh dari Bappeda, Disnaker, dan Biro Hukum, di Solo, Sabtu (14/9/2018)

“Semua hasil riset yang siap aplikasi yang ditemukan para peneliti Perguruan Tinggi, terutama dari UNS dan Universitas Muhammadiyah Solo, selalu kami tampung,” lanjut Yudit didampingi Sutrisno, Kadiv Diklat.

Yudit mempresentasikan beberapa contoh produk aplikasi dan komersialisasi hasil riset, seperti herbal anti kanker, magic oil untuk penyakit kulit, obat anti asam urat dari kulit melinjo dan aneka teknologi terapan lainnya yang terdiri dari berbagai mesin tepat guna.

Solo Technopark membina masyarakat setempat untuk produksi massal dan memasarkannya.

“Program ini efektif dalam melahirkan para pengusaha baru sekaligus menekan angka pengangguran di Solo,” terangnya.

Solo Technopark berdiri atas lahan 8,9 hektar, gedung-gedung yang lengkap, memiliki berbagai jurusan dengan durasi pendidikan selama 9 bulan termasuk magang di perusahaan. Alumni Solo Technopark terjamin memiliki skill dan bekerja setelah wisuda.

Tim dari Pemerintah Aceh ke Solo Technopark di Kota Surakarta dipimpin Aswar Liam S Hut MAP (Bappeda). Ikut hadir Bukhari ST (Kepala UPTP BLKI Banda Aceh), Tarikat SE (Disnaker Aceh), Junaidi SH M Hum (Biro Hukum), Yunita SP, Cut Vivi, Arafah M Si, (Bappeda), Dr Ramzi Adriman (Unsyiah), dan Hasan Basri M Nur (UIN Ar-Raniry). []