Usai Ditangkap di Medan, Pelaku Kejahatan Asal Aceh Utara Tewas Karena Melarikan Diri

ACEHTREND.COM,Lhoksukon – Johansyah (31) buronan serta pelaku utama penyerangan rumah milik Ahmad Budiman (70) di Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, beberapa waktu lalu,akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku akhirnya tewas terkena tembakan setelah mencoba melarilan diri.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Aceh Kompol Suwalto kepada awak media, Sabtu (15/9/2018) mengatakan tersangka (Johansyah) ditangkap Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (14/9/2018) Kemudian dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan, Medan guna dilakukan introgasi.

Penangkapan itu dilakukan oleh tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara di sebuah minimarket kawasan Medan Denai, Sumatera Utara.

“Tersangka mengakui senjata api laras panjang AK-56 yang digunakan menembak rumah Ahmad Budiman yang digunakan tersangka berinisial O, milik Johansyah dan disimpan di rumah ibunya di Peureulak, Aceh Timur,” Jelasnya.

Lanjutnya, tersangka mengaku dirinya juga memiliki senjata api pistol jenis FN yang disimpan di rumah. Kemudian petugas membawa tersangka ke rumahnya, hingga petugas membawa ke Peureulak.

Kasat Reskrim Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan setiba di rumah tersangka petugas langsung melakukan pengeledahan dan berhasil menemukan barang bukti senjata api AK-56 di bawah tempukan padi.

Rezki menambahkan di saat itulah tersangka mencoba melarikan diri lewat pintu jendela, hingga petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan timah panas yang mengenai di bagian pinggang.

Setelah itu, petugas membawa tersangka ke Pukesmas Lhoksukon, Aceh Utara. Di dalam perjalanan korban meninggal dunia, seterusnya tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSCM) Buket Rata guna dilakukan otopsi.

Sementara barang bukti lain seperti senjata api pistol jenis FN tidak ditemukan lantaran tersangka mencoba melarikan diri dengan mendobrak kaca jendela sehingga tersangka terpaksa ditembak.

“Dalam kasus ini, Polisi menyita barang bukti sepucuk senjata api AK-56 dengan 12 butir amunisi, sebilah pisau dan sebuah mobil Honda Jazz milih Johansyah,” Tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, komplotan Johansyah diduga memberondong rumah Ahmad Budiman di Lhoksukon, Aceh Utara, pada 13 April 2018 lalu. Penembakan rumah itu terkait hutang piutang narkoba jenis sabu-sabu antara UA anak Ahmad Budiman dengan Johansyah.

Dalam kasus ini, UA ditahan polisi bersama tersangka lainnya yaitu WA dan FA. Dengan tewasnya Johansyah, maka seluruh komplotan penembakan rumah itu berjumlah 3 orang, dua ditahan dan satu tewas. Sedangkan UA turut ditahan karena bisnis narkoba dengan Johansyah.

Foto barang bukti yang disita polisi. (Ist)