Prabowo Subianto, Peserta Pilpres yang Tak Pernah Menang

Jokowi dan Prabowo

ACEHTREND.COM,Jakarta- Prabowo Subianto Soemitroe Djojohadikoesoemo, lelaki kelahiran 17 Oktober 1952, yang merupakan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bukanlah pendatang baru di kancah Pilpres Indonesia. Ia sudah hadir sejak 2004, mendampingi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Lahir dari pernikahan beda agama antara ayahnya yaitu Soemitro (Islam) dan ibunya Dora Marie Sigar (Kristen), Prabowo yang pada tahun 2009 ikut berpratisipasi sebagai cawapres Indonesia mendampingi Megawati, harus mengakui keunggulan pasangan Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang unggul 60,73% (73.874.562 suara). Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto berada di peringkat dua dengan suara 26,79% (32.548.105 suara). Di peringkat ketiga ada Jusuf Kalla-Wiranto dengan prosentase suara hanya 12,41%.

Pada pilpres 2014, Prabowo yang kala itu sudah mendirikan Partai Gerindra kembali maju sebagai peserta pilpres bersama Hatta Rajasa yang merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Kali ini Prabowo keok setelah dikalahkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo-Hatta hanya mengumpulkan 46,85% suara rakyat, kalah dari Jokowi-JK yang mencapai 53,15% suara rakyat.

Kali ini pada Pilpres 2019 Prabowo kembali menantang Jokowi yang berpasangan dengan KH.Dr (Hc) Ma’ruf Amin, untuk kali ini Prabowo memilih kadernya sendiri yaitu Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Akankah kali ini Prabowo akan menuai untung dan memenangkan tarung kali ini?

Dikutip dari IDM Times, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyebut mestinya Prabowo mampu berhitung untuk kembali maju sebagai presiden. Pasalnya, terhitung sudah tiga kali dia maju dalam Pilpres, tiga kali pula dirinya gagal.

“Prabowo harus berhitung, ini pertarungan bisa dibilang uji coba keempat Prabowo menjadi capres, pertama kalah di 2004, kalah bersaing dengan SBY ketika bersaing dengan Mega, kalah ketika menjadi capres, ini uji coba keempat,” kata Yunarto di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018).

Pria yang akrab disapa Toto ini juga menilai Prabowo mestinya lebih berpikir realistis dalam perhelatan Pilpres 2019 ini. Terlebih, Joko Widodo selaku petahana, mempunyai elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengannya.

“Saya pikir dia berhitung lebih realistis dengan melihat hasil-hasil yang ada apalagi lawan incumbent yang memiliki peluang untuk menaikkan elektabilitas lebih besar ruangnya dibanding dia,” tuturnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK