Korban Gempa Lombok Butuh Tempat Tinggal yang Layak

Rahimin dan anak bungsunya di dalam tenda. @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Mataram – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Siang tadi, bantuan dikirimkan oleh relawan ACT dari Posko Gunung Sari, Lombok Barat untuk korban gempa di Dusun Erat Mate, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Selasa (25/09/2018).

Adapun bantuan yang disalurkan di antaranya beras, sirup, sembako, makanan bayi, hingga pakaian layak pakai.

Kepala Dusun Erat Mate, Ahmad Marzuki, mengucapkan terima kasih kepada lembaga tersebut yang telah menaruh perhatian untuk dusun mereka. Dusun ini kata dia dihuni oleh 222 kepala keluarga yang tersebar di empat rukun tetangga (RT). Namun karena lokasinya yang jauh dari perkotaan dan sulit dijangkau membuat dusun ini jarang tersentuh bantuan.

“Di dusun ini ada 95 rumah yang rusak total,” kata Ahmad Marzuki kepada aceHTrend. Umumnya rumah warga di dusun ini khususnya yang RT 3 dan RT 4 berada di antara kebun-kebun warga. Jalan menuju dua dusun ini hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan jalannya belum beraspal dengan kontur berbukit-bukit. Ketika hujan turun akses ke dusun ini menjadi kian sulit.

Amatan aceHTrend di lokasi, bantuan yang dibawa tim ACT dengan mobil Carry terpaksa diturunkan di salah satu rumah warga di kaki bukit. Selanjutnya sebagian logistik tersebut diangkut dengan motor trail untuk dibawa ke lokasi yang dituju.

Warga Erat Mate sudah tidak lagi menempati tenda pengungsian. Beberapa hari setelah gempa terjadi warga sudah langsung kembali ke rumah masing-masing. Warga yang rumahnya rusak parah membuat tenda darurat sebagai hunian sementara.

Salah satunya ialah Rahimin, yang mendirikan tenda di bekas reruntuhan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Rahimin dan warga lainnya sangat membutuhkan hunian yang layak untuk saat ini.

“Kalau siang tidak sanggup kami duduk di dalam tenda ini, panasnya luar biasa, sedangkan kalau malam sangat dingin. Kalau siang kami duduk di geregak ini,” kata Rahimin menunjukkan geregak atau balai yang sudah dialihfungsikan sebagai lapak berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mayoritas warga Dusun Erat Mate merupakan buruh bangunan, sisanya pekerja kebun dan pengolah gula aren. Namun dengan kondisi yang seperti ini mereka mengaku jadi tidak fokus bekerja.

“Gimana kita mau pergi kerja, teringat ke rumah, kalau gempa lagi gimana nanti,” ujar seorang warga lainnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK