Tanwier Mahdi Jelaskan 3 Pedoman Dasar Menjadi Seorang Penggerak Sosial

Peserta PSM dan Tanwier Mahdi dalam acara yang diselenggarakan PSM dan Dinsos Aceh. (Foto: aceHTrend/Masrian)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota Komisi VI DPRA dari Fraksi Partai Demokrat, M Tanwier Mahdi menyebutkan, ada tiga (3) dasar pedoman bagi seorang penggerak sosial untuk mampu menjalankan perannya dalam mewujudkan pengembangan kehidupan masyarakat.

“Ketiga hal itu yakni, relegiusitas, kepahlawanan dan kejuangan. Sebab ketiga hal itu sangat penting dimiliki oleh seorang pekerja sosial,” ungkap Tanwier Mahdi dalam penyampaian materinya terkait “penggalian potensi sumber daya masyarakat” yang diselenggarakan oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Dinsos Aceh, di Hotel Grand Arabia Banda Aceh, Rabu (26/9/2018).

Tanwier menjelaskan, pekerja sosial adalah sebuah profesi yang berorientasi terhadap aksi dan perubahan. Orang yang mempraktekkan pekerja sosial tersebut adalah orang yang memiliki komitmen tinggi guna menjadi agen dalam menghadapi permasalahan sosial yang ada di dalam masyarakat.

“Maka menjadi seorang pekerja sosial itu harus mampu menjadi problem solver ditengah-tengah masyarakat. Sebab PSM merupakan mitra pemerintah dalam menuntaskan berbagai permasalahan sosial yang ada. Sehingga PSM punya andil besar dalam memberikan Informasi mengenai kondisi masyarakat kepada pihak pemerintah,” sebut Tanwier.

Saat disinggung oleh peserta sejauh mana sinergitas yang bisa dibangun antara DPRA dengan PMS, Tanwier menyebutkan pihaknya selaku DPR Aceh terutama komisi VI yang bermitra dengan Dinsos Aceh siap membuka ruang dengan pihak PMS sebagai ujung tombak guna memperoleh masukan, aspirasi dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Kita di komisi VI DPR Aceh siap memperoleh masukan, aspirasi dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat. Maka kerja sama yang baik merupakan langkah awal untuk sama-sama kita mensejahterakan masyarakat,” pungkas Tanwier.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh 50 orang peserta dari perwakilan PSM 8 kabupaten/Kota yang meliputi Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulu, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.[]

Editor : Irwan Saputra