ACT Bangun Sumur Wakaf di Sambik Jengkel Barat Lombok

Susilo di lokasi pengeboran sumur wakaf @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Mataram – Menyadari pentingnya kebutuhan air bersih bagi korban gempa, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat sumur wakaf di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Sejak sebelas hari lalu empat tukang yang dibawa khusus dari Jawa Tengah mulai menggali sumur bor yang berlokasi di depan masjid dusun agar nantinya mudah diakses masyarakat.

Salah satu di antara mereka, Susilo, mengatakan proses penggalian sudah mencapai kedalaman lebih 40 meter. Para pekerja mengaku kesulitan mengebor karena struktur tanah yang sangat padat. Belum lagi terkendala pasokan air untuk mengeluarkan material yang telah dibor melalui pipa.

“Setiap hari kami menghabiskan hingga 11 ribu liter air,” kata Susilo kepada aceHTrend di lokasi, Rabu (26/09/2018).

Air tersebut diangkut dengan truk dan dipasok dari kecamatan lain. Siang kemarin misalnya, mereka terpaksa beristirahat sejenak karena stok air di penampungan habis.

Semua peralatan mengebor seperti pipa dan mesin pemompa air semuanya dibawa dari Jawa. Selama melakukan pekerjaan itu pihaknya mendirikan tenda di dekat lokasi pengeboran di antara puing-puing. “Di sinilah kami tidur kalau malam,” ujarnya.

Meski sudah mencapai40 meter kedalaman, Susilo tidak bisa memprediksi akan mendapatkan air di kedalaman berapa. Namun ia memperkirakan setidaknya melebihi kedalaman 80 meter.

“Wilayah ini berada di dataran tinggi, nggak bisa dipredisi kerjanya sampai kapan, ya sampai dapat air. Bahkan ada yang seharian ngebor cuma dapat (menggali) 40 sentimeter,” ujar Susilo.

Masjid Al Amin di Dusun Sambik Jengkel Barat yang telah selesai dibangun. @Ihan Nurdin/aceHTrend

Masyarakat di desa ini mengandalkan kebutuhan air bersihnya dari air sungai yang dibuat penampungan khusus. Setiap harinya mereka harus menempuh jarak lebih dari satu kilometer untuk mengambil air di penampungan. Namun sejak gempa dua bulan lalu instalasi air ikut rusak tertimbun material longsor akibat gempa. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Desa Sambik Jengkel Barat sangat kesulitan air bersih.

Selain mengusahakan sumur wakaf, ACT juga membangun famil shelter untuk korban gempa di desa ini. ACT menargetkan membangun seribu unit shelter untuk warga di tiga dusun.

“Hingga saat ini yang sudah dibangun baru 75 shelter, target pertama kami membangun 99 shelter di sini dari target seribu unit. Kami juga sudah membangun sebuah masjid yang sebelumnya ikut roboh karena gempa,” ujar Marketing Communication ACT Aceh, Rahmat Aulia, yang mendampingi para jurnalis Aceh selama berada di Lombok. Bersama rombongan juga turut mendampingi relawan ACT dari Posko Kayangan dan Posko Bayan.[]