Tim Medis Lakukan Home Visit di Kayangan Lombok Utara

dr. Rizal Alimin sedang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Desa Sesait, Kayangan, Lombok Utara. @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Mataram – Tim medis Aksi Cepat Tanggap melakukan home visit dengan cara mengunjungi warga secara langsung untuk memberikan pelayanan kesehatan di Dusun Sesait Pedalaman, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Rabu (26/09/2018).

Tim ini terdiri atas satu orang dokter dan relawan medis yang membantu untuk memeriksa kondisi pasien, seperti memeriksa tekanan darah dan mengedukasi masyarakat.

Relawan ACT Posko Kayangan, Ilham, mengatakan Kecamatan Kayangan memiliki korban jiwa terbanyak saat gempa dua bulan lalu. Korban jiwa mencapai 387 orang, 13 di antaranya warga Sesait Pedalaman. Rumah yang rusak mencapai 85-90 persen.

Dr. Rizal Alimin dari ACT Jakarta mengatakan, home visit sengaja dilakukan untuk memberi layanan kesehatan kepada pasien yang seharusnya dirujuk ke rumah sakit, tetapi tidak bisa dirujuk karena berbagai hal.

Dari hasil pemeriksaan kata dia, umumnya masyarakat mengalami skabies atau gatal-gatal dan batuk pilek. Selain itu, juga ada satu pasien anak yang mengalami infeksi kulit bertahun-tahun tetapi selama ini tidak mendapatkan perawatan medis memadai karena keterbatasan biaya.

“Kalau yang di tenda-tenda anak-anak yang banyak sakit, mereka umumnya mengalami diare,” ujar dr. Rizal Alimin.

Ia juga menemukan banyaknya kasus masyarakat yang masih mengonsumsi langsung air mentah yang diambil dari penampungan. Kondisi ini menurut dr. Rizal bisa menyebabkan cacingan dan diare.

“Hal ini juga kita edukasi sambil kita berikan pelayanan seperti ini,” katanya.

Hal ini juga diakui oleh masyarakat Sesait Pedalaman, mereka mengaku mengonsumsi air mentah secara langsung terasa lebih segar dibandingkan dengan air yang dimasak.

“Kalau dimasak selain rasanya kurang segar juga merepotkan, karena kami juga sibuk ke kebun,” ujar salah satu warga kepada dr. Rizal.

Keterbatasan kayu bakar juga memicu warga malas memasak air. Tak hanya di Sesait, warga Sembalun di Lombok Timur juga memiliki kebiasaan yang sama. Mereka lebih suka minum air secara langsung tanpa dimasak.

“Kalau langsung diminum air yang dari gunung barangkali tidak apa-apa, tetapi kalau sudah melewati keran ini yang meragukan karena kita nggak tahu apa yang ada di dalam pipa itu,” kata Anah, warga Desa Rantai Mas, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur kepada aceHTrend.

Anah yang sehari-hari bekarna sebagai PNS di Kantor Camat Sembalun mengakui bila masyarakat sulit mengubah kebiasaan mereka agar tidak mengonsumsi air mentah.

“Kalau saya tetap dimasak dulu,” katanya.[]