Citrakan Bireuen Negatif, Presidium JaDI Kecam Panwaslih Aceh

Dr. Mukharuddin, SH, MH (dua dari kiri) (Ist)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Kabupaten Bireuen masuk daerah paling rawan Pemilu 2019, karena banyaknya caleg di sana, yang menurut Panwaslih Aceh akan terjadi persinggungan dan money politic. Anggota Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI), Dr.Mukhtaruddin, SH,MH., kepada aceHTrend, Jumat sore (28/9/2018) mengatakan pihaknya merasa keberatan atas penilaian Panwaslih Aceh yang memasukkan Bireuen sebagai daerah paling rawan aspek keamanan Pemilu 2019.

Menurut mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen itu, analisa yang disampaikan oleh Marini selaku Komisioner Panwaslih Aceh, tidak masuk akal dan cenderung mengada-ada.

“Saya heran, hanya karen banyaknya calon anggota legislatif di Bireuen, sehingga dikategorikan rawan. Saya kira kesimpulan itu terlalu tergesa-gesa dan berefek negatif untuk Bireuen,” ujar Mukhtaruddin.

Menurut Mukhtaruddin, upaya pelabelan Bireuen sebagai daerah rawan sudah berlangsung sejak Pemilu 2004, namun akhirnya setelah selesai pemilihan umum, tidak ada kendala berarti, klaim -klaim negatif justru tidak terbukti.

“Jangan menilai Bireuen dari Banda Aceh, atau dari sumber yang tingkat observasinya meragukan. Datanglah ke Bireuen dan menginaplah seminggu saja, nanti Anda akan menemukan suasana yang sangat berbeda dengan apa yang Anda bayangkan dari luar,” kata Mukhtaruddin yang ditujukan kepada Komisioner Panwaslih Aceh.

Menurut Mukhtar, para stakeholder pemilu perlu berhati-hati dan hemat kata, ketika memberikan pernyataan kepada publik. Karena itu berdampak bagi citra daerah. “Bireuen berdenyut 24 jam, sejak dulu alhamdulillah tidak ada hal yang seperti ditakutkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, seperti dilansir Serambi Indonesia dengan judul: Bireuen Paling Rawan, Aspek keamanan Pemilu, Jumat (28/9/2018) Marini, salah seorang anggota Panwaslih Aceh mengatakan Bireuen mendapatkan skor paling tinggi untuk kerawanan Pemilu 2019, yaitu sebanyak 72,62, sedangkan kabupaten lain seperti Aceh Utara, Aceh tengah dan Aceh Selatan, masuk kategori sedang.

Menurut Marini, masuknya Bireuen sebagai daerah paling rawan untuk Pemilu 2019, karena sangat banyak caleg yang maju, sehingga rawan terjadinya interaksi anta sesamanya. Selain itu money politic juga ikut berpengaruh.

Editor: Muhajir Juli