Mobile Disaster Education, Keliling Lombok untuk Alihkan Trauma Anak

Anak-anak belajar di bawah tenda @Ihan Nurdin/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Mataram – Murid Sekolah Dasar Negeri 3 Sembalun Bumbung, Lombok Utara mendapatkan trauma healing dari Tim Mobile Disaster Education, Aksi Cepat Tanggap, Kamis (28/09/2018).

Para relawan melakukan trauma healing dibarengi dengan penyampaian edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana melalui lagu-lagu yang dinyanyikan dengan riang. Dengan lirik-lirik yang sederhana sehingga mudah diingat anak-anak seusia tersebut.

Salah satu relawan Tim MDE ACT di lokasi, Hozin, mengatakan, anak-anak tersebut mendapatkan edukasi langsung melalui buku-buku bacaan dan nonton film kartun edukasi.

Sebenarnya kata Hozin, aktivitas ini dilakukan di mobil tetapi karena di sekolah ini ada tenda yang cukup representatif, mereka melakukan kegiatan tersebut di dalam tenda.

Kepala SD N 3 Sembalun Bumbung, Humaidi, mengatakan seluruh bangunan sekolah tersebut hancur. Hanya satu kelas yang tersisa dan masih bisa difungsikan.

“Kalau saat ini aktivitas di sekolah masih banyak mainnya seperti ini,” ujar Humaidi.

Ia menyambut baik kedatangan Tim MDE ACT karena telah membantu meringankan mereka sebagai korban gempa, sekaligus sebagai tenaga pendidik yang tetap harus menjalankan tugas dan kewajiban dalam kondisi seperti itu.

Kedatangan tim ini juga disambut antusias para murid, di bawah tenda yang didirikan di halaman sekolah, anak-anak tersebut menerima informasi dari Tim MDE ACT.

Amatan aceHTrend, anak-anak tersebut dibagi menjadi beberapa kelas sesuai tingkatan kelas masing-masing. Di antara mereka ada yang sibuk membaca buku-buku edukasi yang dibawakan Tim MDE ACT, ada juga yang hanya mengobrol sesama teman mereka.

Di tenda lain terlihat para murid bernyanyi dengan riang dipandu para relawan. Tak lama kemudian anak-anak tersebut berkerumun ke tengah tenda untuk menyaksikan film edukasi.

Salah satu anak yang terlihat serius membacaya ialah Muhammad Rizki. Bocah berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas lima itu membaca buku e.explore Tumbuhan.

“Seneng bisa baca buku,” ujar Rizki pendek.

Di sebelahnya ada Muhammad Diaz Zidi yang juga teman sekelas Rizki. Diaz yang terlihat paling heboh sibuk memperkenalkan teman-temannya, ada Firmansyah, ada Muhammad Lutfhi, dan Dika Andrian.

Namun meski mereka terlihat riang, dalam diri mereka masih ada trauma yang membekas. Hal itu diakui Aisyah, murid kelas 4 SD itu mengaku masuk takut kalau gempa masih akan terjadi. Bahkan kata Aisyah ada temannya yang mendorong-dorong meja sempat dikira gempa olehnya.

Koordinator Tim MDE ACT, Erry Septiadi, sebagaimana dikutip dari situs act.id, mereka mulai berkeliling Lombok sejak satu minggu pascagempa 7,0 SR yang terjadi pada 5 Agustus 2018. Mereka mengawali aksinya di Lapangan Tanjung, Lombok Utara pada 12 Agustus 2018 lalu. Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten yang mengalami dampak gempa terparah.[]