Warga Samalanga Kembali Tolak Pembangunan Mesjid At-Taqwa

Aksi damai meminta Pemkab Bireuen memberikan sikap pasti terhadap polemik pembangunan Mesjit At-Taqwa Muhammadiyah di Samalanga, Jumat (28/9/2018) (Fotodikutip dari FB Habibi)

ACEHTREND.COM, Bireuen- Seribuan warga Kota Samalanga yang terdiri dari perwakilan 46 gampong di sana, melakukan aksi damai ke Kantor camat setempat, meminta agar Pemerintah kabupaten Bireuen bersikap tegas terhadap persoalan konflik pembangunan Mesjid At-Taqwa Muhammadiyah.

Informasi yang dihimpun aceHTrend, Jumat (28/9/2018) warga kembali melakukan protes karena merasa pihak panitia pembangunan Mesjid At-Taqwa Muhammadiyah Samalanga, tidak menghormati kesepakatan cooling down yang sudah pernah dibuat antar kedua belah pihak.

Menurut salah seorang warga yang bernama Habibi, aksi kali ini dipicu karena diam-diam panitia mesjid melakukan pengecoran, padahal sedang berlangsung cooling down, sebelum disepakatinya jalan keluar, tidak boleh ada pembangunan di sana. Merespon itu, warga pun membawa batu gajah dan menaruhnya di jalan menuju pertapakan mesjid, untuk menghalangi truk moler yang membawa semen yang sudah diaduk di tempat lain.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Samalanga, Abdurahman Yusuf (52) yang juga Keuchik Gampong Mesjid Baru, mengatakan penolakan warga terhadap kehadiran Mesjid At-Taqwa, karena jaraknya yang hanya berpaut ratusan meter dari Mesjid Jamik Keude Aceh, Samalanga.

“Mesjid At-Taqwa dibangun sangat dekat dengan Mesjid Jamik Keude Aceh, itu yang menyebabkan lahirnya penolakan,” kata Abdurahman Yusuf.

Dalam kesempatan itu Abdurahman juga mengatakan, penolakan warga murni karena jarak mesjid yang sangat berdekatan, dan mereka khawatir bila ada dua mesjid yang saling berdekatan, jumlah lelaki mukim yang ahli Jumat akan tidak mencukupi untuk kedua mesjid itu. “Juga rentan fitnah yang di masa akan datang akan membuat umat terpecah belah, karena jaraknya yang memang sangat dekat,” katanya.

Pun demikian, pihak Apdesi Samalanga meminta Pemerintah Bireuen memberikan sikap yang jelas terhadap persoalan itu. “Pemerintah Bireuen harus memberikan sikap yang jelas, jangan abu-abu,” harapnya.

Penolakan pembangunan mesjid At-Taqwa Muhammadiyah Samalanga, Kabupaten Bireuen sudah setahun lebih berpolemik. Setidaknya sudah enam kali terjadinya penundaan pelaksanaan pembangunan. Padahal prasasti mesjid sudah pun diteken oleh Ketua DPP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada 31 Agustus 2017.

Dikutip dari Hidayatullah.Com, Ketua Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, Athaillah A Latief, menceritakan perkembangan terkini pembangunan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang pada tahun lalu tiangnya dibakar oleh pihak yang tidak dikenal.

“Sekarang dihentikan oleh kepolisian. Lokasi dijaga oleh aparat. Melihat-lihat boleh, bekerja tidak boleh,” tuturnya, Jumat (29/06/2018).

Muhammadiyah Bireuen, kata Latief, pada dasarnya menghargai dan mengapresiasi langkah pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam melindungi bangunan tiang-tiang masjid yang baru dibangun dari upaya-upaya pengrusakan yang dilakukan oleh sekelompok orang saat kejadian demo pada malam Selasa (25/06/2018) lalu.

Editor: Muhajir Juli