Mengatasi Kemiskinan di Singkil; Percepat Pembangunan Jembatan Kilangan-Kuala Baru

ACEHTREND.COM,Singkil–Kamis (27/9/2019), Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, kembali mempublis bahwa Aceh Singkil tergolong daerah termiskin di Aceh selain Gayo Luas dan Pidie Jaya.

Persentase penduduk miskin di Aceh Singkil, sebesar 22,11 persen dari total jumlah penduduk yang ada.

Mencermati masih tingginya tingkat kemiskinan di daerah yang berjuluk nagari Syekh Abdurrauf itu, membuat beberapa kalangan “gerah”.

Termasuk Zazang Nurdiansyah Sekjen Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (Himapas).

Menurut Zazang kepada AceHTrend, Sabtu (29/9/2018), salah satu cara mengatasi semakin meruyak kemiskinan di Aceh Singkil, yaitu dengan mempercepat pembangunan jembatan Kilangan-Kuala Baru.

Selanjutnya, menyempurnakan pembangunan ruas jalan Kuala Baru-Trumon.

“Jika pembangunan jembatan sepanjang 350 meter itu terealisasikan, akan bisa membantu aksebelitas dan perputaran ekonomi di Aceh singkil. Dan warga akan bisa membawa hasil bumi ke daerah lain,” ungkap Zazang.

Selain itu, dengan rampungnya jembatan, tambahnya, keterisolir Aceh Singkil bisa diatasi. Aceh Singkil akan menjadi daerah transit atau jalan lintas. Singkil, tidak lagi seperti berada di gang buntu.

Karena itu, pihaknya meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, segera merampungkan jembatan Kilangan-Kuala Baru.

Zazang Nurdiansyah menegaskan, pembangunan jembatan Kilangan-Kuala Baru, merupakan janji pemerintah Aceh.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan Kilangan-Kuala Baru seterus ke ruas jalan Trumon Aceh Selatan, menyerap anggaran kurang lebih 125 M.

Namun yang terealisasi dalam beberapa tahun ini: Tahap pertama 8 miliar, tahap kedua 4 miliar, 9 miliar, dan terakhir 11 miliar. Sedangkan di tahun 2018 anggaran dialokasikan hanya 4,9 miliar.

“Dengan dana yang relatif kecil itu, sampai hari ini yang ada hanya berupa tiang-tiang dan abudmen. Pemerintah harus mengucurkan dana yang lebih besar. Sehingga jembatan cepat rampung,” papar Zazang.

Program prioritas pemerintah Aceh yang lain, kata Zazang, adalah Aceh Kreatif, berupa pengembangan pariwisata di kepulauan banyak,  Aceh singkil.

Jika kedua program ini berjalan lancar, Zazang meyakini, Aceh singkil akan maju dan warganya akan sejahtera. Dengan sendirinya Aceh Singkil tidak lagi menjadi daerah termiskin dan tertinggal.

“Ini langkah strategis untuk mengenyahkan Aceh Singkil sebagai daerah termiskin,” pungkas Zazang.[]