Petani Garam Pidie Jaya Dilatih Manajemen Keuangan

ACEHTREND.COM, Pidie Jaya – Sebanyak 105 petani garam di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya mendapatkan pelatihan manajemen keuangan keluarga dari Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Manajer Program PKPA, Ismail Marzuki, mengatakan pemulihan sektor ekonomi masyarakat pascabencana menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung ketangguhan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Sebab, bencana seringkali memberikan dampak dan menghilangkan infrastruktur dan sektor-sektor yang berkaitan dengan pendapatan dan ekonomi rumah tangga.

“Melihatnya pentingnya upaya pemulihan dengan segera, maka PKPA melatih sebanyak 105 petani garam. Pelatihan kami lakukan selama 10 hari kepada para petani garam yang didominasi kelompok perempuan dibagi menjadi lima kelompok dan masing-masing mengikuti dua hari sesi pelatihan,” ujar Ismail melalui siaran pers kepada aceHTrend, Jumat (28/9/2018).

Ismail menjelaskan, pelatihan itu merupakan bagian dari tahapan kegiatan pada proyek resilieny Aceh untuk membangun ketangguhan komunitas nasyarakat, melalui pemulihan ekonomi dan manajemen pengurangan risiko bencana yang dilakukan PKPA melalui dukungan Mercy Relief.

“Nantinya kita juga akan memberikan keterampilan petani untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga, sehingga petani dapat menyusun skala prioritas kebutuhan di rumah tangga. Pelatihan ini juga difasilitasi oleh Sony Sucihati dari kantor PKPA Medan. Dan beberapa metode pendekatan pelatihan digunakan oleh fasilitator, mulai dari paparan presentasi, diskusi tanya jawab, dan simulasi bersama,” jelas Ismail.

Sementara itu, Deviani, salah seorang petani garam menyebutkan, dengan adanya pelatihan tersebut membuat dirinya lebih mengetahui masalah pengelolaan keuangan keluarga.

“Pertama saya ragu dengan pelatihan ini, namun ternyata sangat bermanfaat setelah saya jalani selama dua hari. Kami tidak pernah tahu masalah pengelolaan uang masuk dan uang keluar untuk keluarga, sehingga uang selalu habis begitu saja,” papar Deviani.

Dalam sesi sesi penutupan pelatihan gelombang pertama, Teuku Satria Mahmud selaku kordinator lapangan dalam program tersebut berharap agar nantinya para peserta pelatihan dapat membuat rencana keuangan keluarga setelah mengikuti pelatihan.

“Nanti para petani garam akan kita dampingi secara khusus oleh Staf Ekonomi yang telah dipersiapkan oleh PKPA,” kata Satria.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK