Darwati Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Ketua Yayasan Kanker Indonesia cabang Aceh, Darwati A. Gani mengajak para perempuan di Aceh untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara lewat pemeriksaan rutin atau pendeteksian dini atas penyakit kanker payudara. Hal itu didasari dari banyaknya perempuan yang menderita penyakit tersebut.

Satu dari 8 perempuan berpotensi terkena kanker payudara. Penyakit ini merupakan ‘pembunuh’ nomor dua setelah kanker serviks. Apalagi, selama ini lebih dari 50 persen pasien datang dalam keadaan stadium lanjut sehingga tidak bisa survive.

“Deteksi dini dapat mencegah kanker payudara stadium lanjut, sehingga banyak perempuan yang terselamatkan,” kata Darwati saat kampanye deteksi dini kanker payudara di Bundaran Simpang 5 Banda Aceh, Minggu 30/09/2018.

Darwati yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Aceh, mengajak masyarakat lewat aksi peduli itu, untuk lebih peduli akan penyintas kanker payudara. Masyarakat diminta waspada jika menemukan benjolan atau tanda-tanda adanya kelainan pada payudara.

“Segera mengunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat dengan menceritakan keluhan tanpa rasa malu dan takut dan bagi para penyintas kanker payudara,” kata Darwati.

Data dari Rumah Sakit Zainoel Abidin menyebutkan jika dari waktu ke waktu, penyintas kanker payudara terus bertambah. Hal itu ditandai dengan jumlah kunjungan ke rumah sakit baik berobat jalan maupun harus rawatan inap karena harus dilakukan tindakan lanjut baik operasi maupun kemoterapi semakin meningkat.

Kunjungan di Rumah Sakit Umum dr. Zainal Abidin selama tahun 2017 tercatat ada 3.069 kunjungan pasien penderita kanker payudara. Sebanyak 221 di antaranya dirawat inap dan 14 pasien meninggal dunia. Sementara untuk tahun ini, data yang tercatat hingga Juli 2018 ada 1.848 kunjungan pasien rawat jalan, 84 pasien rawat inap dan 6 meninggal dunia.

Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan metode SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Hal tersebut merupakan langkah awal agar setiap perempuan tahu tentang keadaan kesehatannya sendiri. Teknik SADARI itu mudah dan pastinya tanpa biaya.

Dalam mengampanyekan aksi pendeteksian dini kanker payudara, YKI menggandeng Komunitas Darah Untuk Aceh, Rumah Sakit Zainoel Abidin, Mahasiswa Kedokteran Unsyiah dan Abulyatama serta perempuan peduli kanker.

Pendiri Komunitas Darah Untuk Aceh, Nunu Husein yang ikut dalam ikut dalam aksi tersebut, mengatakan bahwa di setiap bulan Oktober sejak tahun 2014, Indonesia mulai memperingatinya sebagai bulan peduli kanker payudara. Tujuannya masyarakat lebih peduli sehingga mendeteksi penyakit secara dini.

Peringatan bulan peduli kanker payudara itu ditandai dengan penggunaan pakaian dan pita berwarna pink, gelang pink atau apapun asesoris yang berwarna pink.

“Atribut pink ini sarat dengan makna dan sudah merupakan gerakan yang menyeluruh di seluruh dunia. Hal yang paling umum dijumpai adalah menggunakan pita pink yang disematkan di bagian dada sebelah kiri itu memiliki slogan Saling Jaga, Saling Peduli!,” kata Nunu Husein. Simbol itu digunakan sebagai dukungan terhadap penderita kanker payudara.

Selain menggelar aksi peduli sembari membagi bunga bagi pengendara, Yayasan Kanker Indonesia Aceh juga melakukan serangkaian kegiatan lain seperti kunjungan ke ruang kemoterapi panyintas kanker payudara serta beberapa kegiatan lainnya di sepanjang bulan Oktober. []