Tsunami Palu Rubuhkan Mesjid Apung dan Jembatan Kuning

Jembatan Kuning (Ist)

Gempabumi yang mengguncang Propinsi Sulawesi Tengah pada JUmat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB, bukan hanya merenggut ratusan nyawa manusia, tapi juga meluluhlantakkan Kota Palu, ibukota Sulteng dan beberapa tempat lainnya. Dua landmark kota tersebut yaitu Jembatan Kuning dan Mesjid Apung Argam Bab Al Rahamn, pun roboh.

Jembatan Kuning setelah diterjang tsunami (Ist)

Jembatan Kuning yang sempat dibanggakan sebagai salah satu destinasi wisata paling indah di Sulawesi Tengah pun hancur setelah diguncang gempa dan dihempas tsunami. Demikian juga dengan Mesjid Apung yang selama ini menjadi salahs atu ikon wisata religi bagi warga tempatan dan turis dari luar, ambruk ke dalam laut, setelah diterjang gelombang tsunami.

Mesjid Apung Kota Palu, sebelum diterjang tsunami (Ist)

Dikutip dari ANTARA, jumlah korban tewas akibat tsunami dan gempa di Palu, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, sudah mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus.
Mesjid Apung Kota Palu setelah diterjang tsunami (Ist)

“Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi,” kata Wilem Rampangilei di halaman rumah jabatan Gubernur Sulteng di Jalan Moh Yamin, Palu, Sabtu (29/9/2019) malam, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Willem menambahkan, korban tewas pasti masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian.

Dari berbagai sumber