Barat Selatan Aceh Berpotensi Bangun Kawasan Ekonomi Khusus

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pemikir Muda Barat Selatan Bulman Satar menyampaikan Barat Selatan Aceh memiliki potensi besar untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti kawasan lain di Aceh, malah kata dia potensi di Barat Selatan jauh lebih besar.

Jika dilihat secara keseluruhan tambahnya daerah Barat Selatan Aceh belum memiliki KEK, sementara sebelah Timur Aceh sudah memiliki KEK Arun, poros tengah, baru digerakkan Kawasan Strategis Khusus Dataran Tinggi Gayo Alas. Sementara di Aceh ujung ada Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar pernah punya konsep Basajan. Sabang sendiri masuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan status daerah pelabuhan bebas Sabang. Jika dilihat peta kawasan justru Pantai Barat Selatan yang belum memiliki KEK, dari Aceh Jaya, menyusuri Pantai Barat Selatan sampai Aceh Singkil dan Simeulue.

“Sepertinya selama ini kita luput menyadari bahwa, Barat Selatan belum ada, sementara poros lain sudah punya status kawasan khusus ini, padahal Pantai Barat Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, tidak kalah dibandingkan dengan kawasan-kawasan lain” kata Bulman Satar saat silaturahmi pemikiran dengan Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, tokoh dan kaum milenial Pantai Barat Selatan di Tibang, Banda Aceh, (30/9/2018).

Menurut catatannya Pantai Barat Selatan memiliki kekayaan alam yang cukup kaya mulai dari sektor perkebunan, pertanian, pariwisata, perikanan, energi, industri, perdangan dan pertambangan. Malah ini lebih lengkap dari kawasan lain tinggal ke depan dibentuk kawasannya.

Kata dia ini menarik seperti yang terlihat di Pulau Banyak, yang memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa indah. Kemudian Pantai Barat Selatan juga berpotensi mengembangkan wisata jalur rempah yang kini tengah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat, di mana Pantai Barat Selatan sendiri, dengan Tapaktuan (Aceh Selatan) daerah penghasil utama pala, telah ditetapkan sebagai pusat perkembangannya.

Di samping itu Pemerintah Pusat yang diintervensi oleh enam kementerian lembaga telah menetapkan daerah Pantai Barat Selatan menjadi spot pengembangan kelapa nasional dengan pusat pengembangannya di Kabupaten Simeulue. Kita juga mendengar info bahwa, tambah Bulman, Kemenristekdikti telah menetapkan Aceh Jaya sebagai daerah cluster inovasi nilam. Lalu, Kemenperin juga telah mengembangkan industri pengolahan minyak pala di Meukek, Aceh Selatan,

“Program-program ini kan mengarah ke industrialisasi komoditas-komoditas unggulan yang ada di Pantai Barat Selatan, sehingga terjadi peningkatan nilai tambah bagi masyarakat dan petani di Pantai Barat Selatan. “Pemerintah Pusat tampaknya sangat komit untuk mengembangkan program-program ini, mereka akan membantu dari budi daya sampai ke tahap industri tinggal nanti Pemerintah Aceh sendiri kita harapkan dapat merespons peluang ini dengan baik,” ujarnya.

Dalam konteks inilah KEK Barat Selatan menjadi relevan. Melalui skema KEK inilah program-program ini disinergikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Barat Selatan, dan yang menjadi keuntungan yang dimiliki Barat Selatan adalah Pelabuhan Surien di Babahrot Abdya, juga sudah masuk dalam skema Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), dan berpeluang diproyeksikan sebagai pusat KEK Barat Selatan nantinya.

“Kemudian dari sisi infrastruktur Pantai Barat juga sudah cukup siap, jalan provinsi yang kondisinya sangat baik, beberapa bandara perintis, di samping juga memiliki pelabuhan laut di beberapa kabupaten di Pantai Barat Selatan. Artinya dari segi insfrastruktur ini sudah sangat mendukung,” tutup Bulman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda menyampaikan hampir 64,4 triliun dana Otsus yang telah dipergunakan untuk pembangunan di Aceh. Menurutnya keberadaan Dana Otsus Aceh ini penting sekali untuk dimaksimalkan agar berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan.

“Di sisa Dana Otsus yang hanya tinggal 10-9 tahun ini, kita semua perlu curah pendapat agar Dana Otsus yang masih ada tidak sia-sia,” kata Sulaiman Abda pada kesempatan itu.

Untuk itu, Sulaiman Abda mengajak mendiskusikan konsep pembangunan Kawasan Pantai Barat Selatan salah satunya melalui konsep Kawasan Ekonomi Khusus. “Saya selama ini kerap berdiskusi tentang KEK langsung dengan pemikir muda dari Barat Selatan, yaitu Bulman Satar, ” kata Sulaiman Abda.