Irwansyah Akan Laporkan Oknum Peserta Aksi Ganti Presiden 2019 ke Polisi

Irwansyah alias Muksalmina (Ist)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) H. Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin, Teungku Irwansyah alias Muksalmina, akan melaporkan salah seorang peserta aksi deklrasi ganti presiden 2019.

Dalam keterangannya kepada aceHTrend, Minggu malam (30/9/2018) Teungku Muksalmina yang merupakan mantan Juru Bicara Teuntra Neugara Aceh (TNA) Wilayah Aceh Rayeuk itu mengatakan penyebutan bahwa siapa saja yang tidak memilih Prabowo bukanlah manusia, tapi isi neraka tulen, merupakan kekerasan verbal, yang mengancam kebebasan dalam berdemokrasi.

Menurut Muksalmina, perbedaan pilihan dalam pemilihan umum merupakan suatu keniscayaan. Tapi menempatkan lawan politik, seakan-akan sebagai musuh agama Islam, merupakan sesuatu yang tidak bisa dibiarkan.

“Untuk itu besok, Senin (1/10/2018) kami dari TKD pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, akan melaporkan oknum tersebut ke Panwaslih Aceh dan Polda Aceh. Ini tidak bisa dibiarkan, perbedaan politik kok sudah diseret-seret ke ranah keimanan. Seakan-akan yang mendukung Jokowi, sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam,” ujar Muksalmina.

Dia berharap, dalam rangka meraih simpati publik, demi memenangkan pemilu 2019, siapa saja harus menghormati hak politik orang lain, kampanye damai demi terwujudnya kualitas demokrasi yang bagus, harus dijunjung tinggi.

“Apa yang disampaikan oleh oknum itu suatu yang sangat keliru, provokatif dan dia harus bertanggungjawab di depan hukum atas pernyataannya yang telah melecehkan harkat martabat dan keimanan umat Islam yang tidak mendukung Prabowo,” imbuh petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikenal sangat berani ketika konflik mendera Aceh sebelum 15 Agustus 2005.

Seperti diberitakan sebelumnya,seorang peserta aksi Deklarasi Ganti Presiden 2019 yang digelar di Banda Aceh, Minggu (30/9/2018), mengatakan siapa saja yang tidak memilih Prabowo Sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2019, bukan lagi manusia, tapi isi neraka tulen.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam bentuk video yang kini sedang dibicarakan oleh banyak orang di Banda Aceh. Didampingi oleh Ketua FPI Aceh Teungku Muslem At-Thahiri dan sejumlah peserta aksi lainnya, lelaki berkacamata hitam, bergamis gelap serta berkopiah hitam itu, Minggu (30/9/2018) mengatakan bahwa jihad bukan saja memegang pedang, tapi juga ganti presiden.

Menurut lelaki tersebut ganti presiden 2019 benar-benar kebutuhan agama, maka jihad fisabilillah. Siapa yang mendukung Prabowo, menurut lelaki itu adalah orang-orang yang sudah diberikan petunjuk oleh Allah.

Siapa saja yang tidak memilih Prabowo maka individu tersebut sudah buta hatinya, buta matanya, tuli telinganya, sudah tidak bisa lagi menjadi manusia, isi neraka tulen.

Video orasi pasca acara deklarasi tersebut, viral di media sosial.

Editor: Muhajir Juli

Baca juga: Bila Tidak Coblos Prabowo, Bukan Manusia dan Isi Neraka