Polres Abdya Ciduk Dua Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kasat Resnarkoba Abdya, Mahdian Siregar memperlihatkan barang bukti narkoba yang diamankan dari kedua tersangka. (aceHTrend/Masrian Mizani).

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Personel Sat Resnarkoba Kabupaten Aceh Barat Daya menangkap dua tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu di dua lokasi terpisah di Abdya.

Kedua tersangka, yaitu MR (39) warga Aceh Utara, dibekuk pada Kamis (27/09/2018). Satu lagi berinisial ZF (30) warga Gampong Alue Trieng Gadeng, Kecamatan Lembah Sabil dibekuk pada Minggu (30/09/2018).

Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan melalui Kasat Res Narkoba Iptu Mahdian Siregar kepada aceHTrend mengatakan, terungkapnya peredaran narkoba di wilayah hukumnya itu selain dari laporan masyarakat juga hasil pengembangan di lapangan.

“Dari tersangka MR kita temukan 2 bungkus sabu seberat 3,9 gram yang dibungkus dengan plastik berwarna bening. Yang bersangkutan kita amankan pada pukul 22:00 WIB di Gampong Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, Abdya,” sebut Mahdian.

Selain sabu, dari tersangka MR juga diamankan barang bukti lainnya, yakni satu unit telepon seluler merk Oppo. “Kita amankan MR ini di rumahnya di Kecamatan Babahrot Abdya. MR ini memang target kita selama ini,” jelas Mahdian.

Sementara dari tersangka ZF kata Mahdian, berhasil diciduk oleh pihak Polres setempat berkat adanya informasi dari warga terkait sering terjadinya transaksi narkotika jenis sabu dan biji ganja yang diperjualbelikan oleh tersangka di kawasan tersebut.

“Setelah kita melakukan pengembangan atas informasi itu, lalu pada pukul 21:00 WIB langsung kita amankan, dan dari ZF kita amankan barang bukti berupa 2 paket sabu yang dibungkus dalam plastik warna bening dengan berat 0,22 gram yang dimasukkan ke dalam bungkusan rokok,” ujarnya.

Selain sabu, lanjut Mahdian, dari tangan tersangka juga berhasil diamankan barang bukti berupa biji ganja yang disimpan dalam botol kemasan minyak rambut seberat 16,26 gram.

“Atas perbuatan kedua tersangka, sekarang masih kita kenakan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara atau denda minimal Rp800 juta, maksimal 8 miliar rupiah,” kata Mahdian.[]