Rumah Zakat Kirim Relawan dari 8 Provinsi ke Sulawesi Tengah

Mesjid Apung Kota Palu setelah diterjang tsunami (Ist)

ACEHTREND.COM, Jakarta – Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat mengirimkan relawan dari delapan provinsi ke Palu, Sulawesi Tengah. Para relawan tersebut berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontali, dan Sumatera Barat. Mereka diberangkatkan pada Jumat malam (28/09/2018).

“Relawan yang dikirim terdiri atas tim evakuasi dan tim medis,” ujar Chief Program Officer, Murni Alit Baginda, melalui keterangan pers yang diterima aceHTrend, Senin (1/10/2018).

Rumah Zakat telah mengirimkan 13 orang tim evakuasi, 5 orang tim medis, 2 unit ambulans, 1 mobil klinik, bantuan logistik hingga pengiriman 100.000 kornet Superqurban dan siaga pangan.

“Fokus bantuan kita di masa tanggap darurat ini adalah evakuasi, rapid assessment, layanan medis, bantuan logistik, layanan dapur umum, dan layanan kebersihan,” kata Murni.

Untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah mulai dari masa tanggap darurat hingga masa recovery dan rehabilitasi, Rumah Zakat membuat empat gelombang tahapan aksi penanganan bencana di Sulawesi Tengah, yang disesuaikan dengan kondisi dan fase Bencana di lapangan.

Pada gelombang pertama ini, Rumah Zakat mengirimkan relawan untuk membantu evakuasi, assessment, pelayanan medis, penyaluran logistik, dan layanan dapur umum, serta mengirimkan ambulans dan mobil klinik.

Di gelombang kedua, penanganan bencana ditambah dengan penyediaan pos pengungsian, mesjid darurat, toilet komunal, dan layanan psikososial.

Di gelombang ketiga yang bertepatan dengan masa recovery, pihaknya akan mulai mendirikan hunian sementara, penyiapan sekolah darurat, dan penyediaan layanan kesehatan. Dan di gelombang keempat atau masa rehabilitasi, selain masih terus menyediakan hunian sementara dan sekolah darurat, Rumah Zakat juga akan mulai melakukan pendampingan ekonomi untuk warga terdampak .

“Ke depannya, kita berencana akan mendirikan desa berdaya dengan program-program pemberdayaan yang terintegrasi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, agar warga terdampak dapat kembali pada kehidupannya seperti sebelum terjadi bencana,” kata Murni.[]