Plt Gubernur Aceh hadiri Sidang IMT-GT di Malaka

ACEHTREND.COM, Malaka – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri dan Gubernur (CMGF) Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Malaysia- Thailand (IMT-GT) di Malaka, Malaysia, Minggu (30/9).

Pada pertemuan tersebut, Plt Gubernur memaparkan laporan tentang kegiatan Forum Green Council IMT-GT, yang dilaksanakan di Banda Aceh pada 9 s/d 10 Augustus lalu.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonmian RI Darmin Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Azmin Ali serata beberapa kepala daerah anggota IMT-GT.

IMT-GT adalah salah satu kerja sama ekonomi sub regional dibentuk pada tahun 1993 yang terdiri dari 10 propinsi di Sumatera, 14 negara bagian bagian selatan Thailand dan 8 negara bagian di Semenanjung Malaysia.

Salah satu agenda yang dibahas pada pertemuan tersebut adalah pembentukan Dewan Kota Hijau (Green Council) yang diketuai oleh Gubernur Aceh.

Nova mengatakan tujuan dari pembentukan Green Council IMT-GT adalah untuk mempromosikan ekonomi yang rendah karbon, pembangunan yang berkelanjutan, dan mempromosikan energi ramah lingkungan.

Menurutnya, Aceh sebagai Ketua Green Council IMT-GT akan memainkan perannya dalam menyusun rencana strategis yang dimulai dari tingkat kota Banda Aceh.

“Forum ini juga penting bagi Aceh dalam menjalin hubungan kerjasama antar wilayah, terutama pada bidang transportasi dan konektivitas, kerja sama di bidang fasilitas perdagangan dan investasi, kerja sama bidang pertanian dan industri berbasis agro, kerja sama di bidang pariwisata, serta kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan,” katanya.

Nova berharap setelah dengan adanya dukungan dari para anggota IMT-GT, pihak donor dan swasta, pembangunan Aceh yang berkesinambungan dapat dicapai, sesuai dengan rencana misi Pemerintah Aceh.

Dalam rangka meningkatkan konektivitas antar daerah IMT-GT, Plt Gubernur juga menyatakan dukungan penuh atas inisiasi penerbangan langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju ke Krabi dan Phuket, Thailand untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara berlibur ke Aceh.

Nova mengatakan pemerintah akan mendorong inisiatif tersebut mengingat sektor pariwisata adalah salah satu sektor unggulan yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka kemiskinan di Aceh.

Program pembukaan jalur udara tersebut menurutnya sesuai dengan program pembangunan kawasan koridor ekonomi Ranong–Phuket– Krabi – Aceh (EC5) yang tertuang dalam renstra IMT-GT.

“Mudah-mudah dalam waktu dekat, dengan segala dukungan kita dapat merealisasikan rencana tersebut sehingga ekonomi Aceh dapat menjadi lebih baik dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke daerah,” pungkasnya.