4 Hari Terkurung Banjir, 7 Petani Abdya Berhasil Dievakuasi

Proses evakuasi petani Abdya oleh tim gabungan BPBD dan Basarnas. @istimewa

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Tujuh petani asal Gampong Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, Abdya dievakuasi menggunakan dua speedboat oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Abdya, Basarnas, serta dibantun personel Polsek dan Koramil setempat.

Ketujuh petani tersebut terjebak banjir di lahan perkebunan di kawasan Krueng Itam, Ie Mirah, setelah hujan deras mengguyur Abdya beberapa hari lalu.

Dari informasi yang diperoleh BPBK, ketujuh petani tersebut terjebak banjir selama empat hari. Dua di antara mereka merupakan perempuan dan salah satunya sedang hamil empat bulan. Ketujuh petani tersebut merupakan satu keluarga.

Kapolsek Babahrot, Iptu Rizal Firmansyah yang memimpin upaya penyelamatan tersebut mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung menghubungi BPBK dan Basarnas Abdya untuk melakukan evakuasi.

“Kita hubungi BPBK dan SAR, kita bersama tim langsung ke lokasi yang dilaporkan,” ungkap Rizal, Rabu (3/10/2018).

Rizal menambahkan, tim evakuasi baru bisa mengevaluasi ketujuh warga tersebut setelah pihaknya menempuh jarak kurang lebih dua jam perjalanan.

“Alhamdulilah warga yang terjebak banjir itu berhasil kita selamatkan, dan sudah kita serahkan kepada keluarganya,” jelas Rizal.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin secara terpisah mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Abdya selama sepekan terakhir.

“Curah hujan tinggi telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di lahan Krueng Itam,” jelas Amiruddin.

Amiruddin mengimbau agar warga tetap waspada akan perkiraan tingginya curah hujan yang bisa menyebabkan banjir.

“Untuk warga yang berkebun di wilayah yang rawan banjir sebaiknya jangan beraktivitas dulu, karena cuaca saat ini tidak menentu, begitu juga dengan warga yang berada dalam kawasan-kawasan rawan banjir untuk terus waspada terkait perkiraan cuaca,” pesan Amiruddin.[]

Editor : Ihan Nurdin