Vivo Indonesia Donasikan Rp4 Miliar untuk Palu-Donggala Melalui ACT

Fachryansyah Farandy, General Manager for Digital and Partnership PT Vivo Mobile Indonesia menyerahkan donasi secara simbolis kepada Rini Maryani, Vice President Aksi Cepat Tanggap. @istimewa/ACT

ACEHTREND.COM, Jakarta – Vivo Indonesia menyalurkan donasi sebesar Rp4 miliar untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap.

General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia, Edy Kusuma, mengatakan walaupun donasi tersebut tidak bisa menggantikan kerusakan dan kehilangan akibat bencana alam tersebut, tetapi pihaknya merasa perlu mendukung program-program penangangan bencana. Terutama untuk membantu kelangsungan hidup korban yang selamat.

“Ini menjadi duka kita bersama, kami berharap upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat membantu meringankan beban ribuan saudara kita di Palu, Donggala, dan area terdampak lain,” kata Edy Kusuma melalui keterangan yang diterima aceHTrend, Rabu (3/10/2018).

Menurut Edy, bantuan dari vivo ini akan dikonversikan dalam bentuk logistik yang dibutuhkan para korban bencana. Vivo Mobile Indonesia mengapresiasi penuh penanganan bencana Palu dan Donggala yang dilakukan secara tanggap, cepat, dan terkoordinasi dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun negara lain.

“Dalam bencana ini pun, beberapa rekan kerja, tim sales, dan rekan bisnis dari Vivo Mobile Indonesia yang berada di Sulawesi Tengah pun turut menjadi korban sekaligus beberapa saudara dari karyawan yang bekerja di Vivo Mobile Indonesia.”

Donasi secara simbolis diserahkan langsung oleh General Manager for Digital and Partnership PT Vivo Mobile Indonesia, Fachryansyah Farandy, kepada Vice President Aksi Cepat Tanggap, Rini Maryani, di kantor pusat ACT di Jakarta siang tadi.

“Vivo bekerjasama dengan ACT yang telah sangat sigap dan profesional menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana, termasuk untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sejak awal. Kami pun berharap bantuan yang diberikan ini dapat sesegera mungkin menjangkau para korban.”

Sementara itu, Rini Maryani mengapresiasi kepercayaan yang diberikan perusahaan telepon seluler tersebut kepada ACT untuk menyalurkan donasi bagi korban bencana di Palu dan Donggala.

“Kepedulian dari bangsa ini, termasuk dari Vivo akan menjadi energi penggerak untuk segera memulihkan Palu dan Donggala. Seperti tagar yang diinisiasi oleh ACT bertajuk #IndonesiaBersamaPaluDonggala,” ujarnya.

Pascagempa 7,4 SR dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personel menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan.

Pada Sabtu dini hari (29/9), Tim DERM ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu disambung dengan perjalanan darat.

Pada Minggu (30/9), sebanyak 24 relawan ACT Sulawesi Selatan, MRI Sulawesi Selatan, dan tim ACT berangkat dari Makassar menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufri di Palu. Evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan dan yang terkena terjangan tsunami di pantai Palu terus dilakukan, sembari mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan.

Tambahan tim ACT berikutnya yang tiba, dialihkan ke bandara Mamuju karena kepadatan bandara Palu. Bersamaan dengan itu, MRI Kalimantan Timur sebanyak 13 orang relawan berangkat menuju Palu dan Donggala dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Pada hari kedua pascabencana, ACT telah menurunkan tim yang terbagi di beberapa titik, tim Emergency Response-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tim MRI-ACT dari Mamuju yang berada di Donggala sebelah barat teluk, tim MRI-ACT dari Sulawesi Selatan di Kota Palu, dan tim MRI-Kalimantan Timur yang menuju Palu dari Balikpapan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Selasa (2/10) petang, telah mencapai 1.374 jiwa.

Tim ACT telah menyiapkan Posko Kemanusiaan ACT di Jalan H Hayun, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Posko ini terletak tak jauh dari Gerai Vivo yang telah ditutup untuk sementara waktu untuk menghindari adanya gempa susulan.

“Vivo Indonesia turut prihatin dengan bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, semoga upaya pencarian dan penyelamatan korban dapat berjalan lancar dan tuntas. Bersama rakyat Indonesia lainnya, kami selalu berdoa bagi keluarga korban selamat agar diberi kekuatan menghadapi hal ini,” ujarFachry.[]