Dinas Pendidikan Dayah Sosialisasikan Bahaya Narkoba untuk Santri

Taufik Ar Rifai/aceHTrend

ACEHTREND.COM , Lhoksukon – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh Usamah El-Madny mengatakan bila penyalahgunaan narkoba sudah semakin genting dan sangat mengkhawatirkan. Ia berharap semua instansi bisa bersinergi dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.

Hal itu ia sampaikan dalam sosialisasi bahaya narkoba bagi santri Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda pimpinan H. Mustafa H Ahmad atau Abu Paloh Gadeng di Kecamatan Dewantara, Aceh Utar, Kamis (4/10/2018).

Sosialisasi ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh dengan Polda Aceh.

“Generasi muda Aceh saat ini dikepung oleh tiga penjuru sekaligus, yakni pendangkalan akidah, penyebaran aliran sesat, dan bahaya narkoba. Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan Dayah berkepentingan secara konstitusional untuk menyelamatkan generasi muda khususnya para santri dari bahaya laten pengaruh narkoba, baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar,” ujar Usamah El Madny.

Dalam sambutannya, Usamah mengatakan, sosialisasi ini sangat penting dilakukan sebab melibatkan generasi muda yaitu santri dayah dengan menggandeng institusi yang sangat memahami persoalan narkoba yakni Polda Aceh.

Menurutnya, tujuannya agar generasi muda santri dayah mempelajari apa itu narkoba. Pasalnya, kata Usamah lagi, dengan mengenal narkoba dan berbagai bahaya serta dampak negatifnya yang menghancurkan masa depan, sehingga diharapkan santri mengerti dan kemudian menjadi waspada sehingga tidak mudah dipengaruhi.

“Berdasarkan data diperoleh BNN, Aceh merupakan peringkat keempat peredaran narkoba di Indonesia, pertama Jakarta, kedua Surabaya, ketiga Bali, keempat Aceh, dan kelima Sumatera Utara. Bahkan gembong narkoba yang bermain di Sumatera Utara juga kebanyakan warga Aceh. Aceh merupakan pusat strategis dan sekaligus pintu masuk narkoba ke seluruh Indonesia. Bahkan hingga ke Australia,” ujar Usamah El Madny.

Selanjutnya, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dalam sambutannya sambutannya juga mengapresiasi kinerja dan peran Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Polda Aceh melakukan sosialisasi bahaya narkoba.

“Kita senang kegiatan ini dilakukan di dayah-dayah. Sosialisasi bahaya narkoba ini harus disampaikan sedini mungkin kepada generasi muda yang merupakan harapan bangsa. Guru di setiap dayah juga diharapkan dapat menyelipkan pesan ini untuk para santrinya dalam setiap kegiatan pengajian,” ujar Fauzi Yusuf alias Sidom Peng.

Ketua Panitia Acara Sosialisasi, Irwan, selaku Kasi Sarana pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh, menyampaikan, narkoba merupakan benda yang didapat secara mudah, membelinya yang susah. Jika sudah menjadi pecandu nanti biasanya akan terlibat utang, karena berusaha memenuhi kebutuhan akan narkoba.

Pengguna bisa saja mencuri uang atau menjual barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan ditahan polisi atau bahkan dipenjara.

Sosialisasi ini diikuti 1.200 santri dan menghadirkan Kasubdit Bintibluh Dot Binmas Polda Aceh AKBP Drs Zakaria, dan PAUR Ditres Narkoba Polda Aceh Ipda M Fazil MH.

Turut hadir juga Kasi Binmas Polres Aceh Utara Iptu Sarimin dan Sekdis Pendidikan Dayah Aceh Utara Drs T Marwan.[]

Editor : Ihan Nurdin