KEK Barat Selatan Solusi Ekonomi, Sulaiman Abda: “Ini Gagasan yang Mendunia. “

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Tawaran gagasan membangun ekonomi kawasan Pantai Barat Selatan dengan pendekatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) disambut antusias oleh Sulaiman Abda.

Wakil Ketua DPRA itu mengaku langsung melihat masa depan Pantai Barat Selatan begitu dipaparkan gagasan KEK oleh pemikirnya, Bulman Satar.

“Ini solusi, kita dukung, ” kata Sulaiman Abda usai kegiatan Silaturahmi Pikiran di Tibang, Banda Aceh, Minggu (30/9) lalu.

Silaturmi Pikiran dengan tokoh dan generasi milenial Pantai Barat Selatan disebut sebagai wujut dukungannya kepada gagasan yang telah diramu dan disusun sistematis oleh Staf Bappeda Aceh, Bulman Satar.

“Dari awal, saya langsung terpikat dan menindaklanjutinya dengan gelar tukar pendapat ini, ” sebutnya lagi.

Menurut Sulaiman Abda, sudah saatnya Aceh khususnya Pantai Barat Selatan untuk meluaskan pandangan guna menemukan solusi jitu kebangkitan ekonomi.

Bagi Sulaiman Abda, gagasan KEK Pantai Barat Selatan cukup strategis sebab bisa ditempatkan dalam perspektif Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindia atau dalam Bahasa Inggris Indian Ocean Rim Association (IORA).

“Indonesia salah satu negara dari 21 negara anggotanya, jadi KEK Pantai Barat Selatan menjadi inisiatif yang strategis untuk ditawarkan kepada Pemerintah Aceh dan selanjutnya dimintai dukungan dari Pemerintah Pusat, ” sebutnya.

Sulaiman Abda mengatakan, dari apa yang diketahuinya, IORA memiliki peran yang sangat strategis sebagai forum pendorong stabilitas kawasan dan IORA merupakan masa depan ekonomi di dunia.

IORA merupakan forum kerja sama antarnegara terbesar di Samudera Hindia yang berdiri pada tahun 1997. IORA beranggotakan 21 negara yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman; serta 7 negara mitra wicara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Tiongkok, dan Prancis.

Empat negara anggota IORA (Afrika Selatan, Australia, India, dan Indonesia) serta 6 negara mitra IORA (AS, RRT, Jerman, Inggris, Jepang dan Perancis) merupakan anggota G20. 

“Jadi, sangat strategis, dan jika semua pemangku kepentingan di Pantai Barat Selatan mendukung maka Pemerintah Aceh akan lebih mudah mewujudkannya, dan ini gagasan dan langkah aksi yang mendunia, ” kata Sulaiman Abda kembali dalam bincang pagi di Tibang, Kamis (4/10) pagi.

Baca Juga: Barat Selatan Berpotensi Bangun Kawasan Ekonomi Khusus

Sebelumnya, pemikir Muda Barat Selatan Bulman Satar menyampaikan Barat Selatan Aceh memiliki potensi besar untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti kawasan lain di Aceh, malah kata dia potensi di Barat Selatan jauh lebih besar.

Jika dilihat secara keseluruhan tambahnya daerah Barat Selatan Aceh belum memiliki KEK, sementara sebelah Timur Aceh sudah memiliki KEK Arun, poros tengah, baru digerakkan Kawasan Strategis Khusus Dataran Tinggi Gayo Alas. Sementara di Aceh ujung ada Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar pernah punya konsep Basajan. Sabang sendiri masuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan status daerah pelabuhan bebas Sabang. Jika dilihat peta kawasan justru Pantai Barat Selatan yang belum memiliki KEK, dari Aceh Jaya, menyusuri Pantai Barat Selatan sampai Aceh Singkil dan Simeulue.

“Sepertinya selama ini kita luput menyadari bahwa, Barat Selatan belum ada, sementara poros lain sudah punya status kawasan khusus ini, padahal Pantai Barat Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, tidak kalah dibandingkan dengan kawasan-kawasan lain” kata Bulman Satar saat silaturahmi pemikiran dengan Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, tokoh dan kaum milenial Pantai Barat Selatan di Tibang, Banda Aceh, (30/9/2018).