Lelaki Kecil, Duka Palu dan Semangat Bangkit dari Mr. Presiden

ACEHTREND.COM,Palu- Kota Palu masih centang perenang, efek gempabumi dan tsunami begitu kentara, reruntuhan, wajah-wajah murung, tatapan kosong, mata yang terus basah oleh air mata serta mereka yang terus bergerak membantu apapun yang bisa, di sela-sela keringat abdi negara yang diturunkan oleh Pemerintah untuk menangani Sulawesi Tengah pasca bencana.

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, yang berada di Sulteng, raut wajahnya masih saja menyimpan duka, sesuatu yang wajar, karena bertimpa-timpa ujian datang kala ia memerintah. Tapi langkahnya tidak gontai, ia sendiri tetap bertahan di sana, untuk melihat sendiri berbagai hal.

Ada momen mengharukan yang terjadi Rabu (3/10/2018) kala Presiden Joko Widodo dan sejumlah staf sedang meninjau lokasi pengungsi di Palu, tidak jauh dari reruntuhan Hotel Roa-Roa. Seorang bocah SD berbaju kaos hitam bergaris putih mendekat. Piatu yang kehilangan ibunya itu ingin ikut Presiden Jokowi.

Ia dengan wajah polosnya terus mengiring sang presiden hingga ke pintu mobil. “Boleh ikut atau tidak,” tanya sang bocah, yang membuat Joko Widodo terkejut. Sejenak ia menatap wajah sang bocah dengan wajah penuh kasih sayang. Presiden yang berasal dari kalangan akar rumput itu paham, bahwa sang bocah sedang terguncang jiwanya.

“Besok kamu sekolah, ya” kata Presiden sembari memegang bahu sang bocah.

“Sekolah saya sudah hancur,” jawabnya polos.

“Besok sekolah akan diperbaiki, kamu besok sekolah, ya,” kata Joko Widodo, yang diikuti oleh anggukan kepala sang bocah, yang kemudian diberikan cemilan oleh orang nomor satu di Indonesia.

Menurut keterangan warga di lokasi pengungsian, bocah itu kehilangan ibunya dalam musibah gempabumi dan tsunami di Palu, sedangkan ayahnya kini dirawat di rumah sakit karena mengalami luka yang serius.

Pertemuan antara Presiden RI dan bocah itu dikenang oleh sang presiden dalam sebuah status facebook:

Bocah kecil ini saya temui di satu lokasi pengungsian korban gempa di kota Palu, tak jauh dari Hotel Roa-Roa yang runtuh. Ibunya meninggal, sementara ayahnya dirawat karena luka. Pada tubuh bocah pemberani ini pun ada terlihat bekas luka.

Di Palu dan Donggala, saya mendengar begitu banyak cerita sedih dan memilukan. Tapi kita tetap harus bangkit berdiri dan bergerak maju. Bencana ini kita hadapi dan atasi bersama-sama.

***

Presiden Joko Widodo menunjuk Wakil Presiden Jusuf Kalla atau akrab disapa JK menjadi komandan penanganan korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Penanganan korban tsunami yang ada di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, dikoordinasi oleh Pak Menkopolhukam dan dikomandani langsung oleh Pak Wakil Presiden,” kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Presiden Jokowi mengungkap ada empat prioritas utama yang perlu segera ditangani. Pertama berkaitan dengan evakuasi korban, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan. Jokowi pun meminta Kepala Basarnas melalui bantuan TNI dan Polri untuk menambah personel, agar bisa menjangkau ke banyak wilayah terdampak.

Selain itu, dalam peninjauannya beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku jumlah tenda masih kurang banyak. Sehingga, ia memerintahkan kementerian yang memiliki tenda besar untuk segera mengirimkan ke Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Motong.

Kemudian berkaitan dengan penanganan pengungsi, seperti titik pengungsian. Jokowi meminta semua pihak untuk memastikan tersedianya bahan makanan dan kebutuhan untuk wanita, bayi, dan anak. “Terutama yang berkaitan dengan penyediaan air dan MCK untuk pengungsi,” ujar Jokowi.

Terakhir berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, khususnya airport, jalan yang terkena longsor, dan listrik. “Ini vital sekali. Penanganan medis tak bisa berjalan karena tidak ada listrik, air tidak didapat juga karena listrik belum menyala,” katanya.

Usai mendapatkan tugas tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan tugasnya sebagai komandan penanganan korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ia mengatakan akan bertanggung jawab untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jadi tanggap darurat, lalu rehabilitasi, dan rekonstruksi kami tugaskan ke PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” kata JK di Kantor Wakil Presiden usai menghadiri rapat bersama Jokowi.

Editor: Muhajir Juli

Sumber: Tempo, Tribun, Facebook Joko Widodo, Info Presiden, dan sumber lain.