Seorang Perempuan Mengaku Mendapat Kekerasan dari Oknum Dewan Aceh Utara

ilustrasi

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Seorang perempuan berinisal MS (37) asal Kota Lhokseumawe mengaku mendapat ancaman dan tindak kekerasan dari salah satu oknum anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi NasDem berinisial SA. Atas kejadian tersebut MS sudah melapor ke DPD Partai NasDem Aceh Utara.

“Iya, kejadian ini saya sudah laporkan tindakan pelaku ke DPD Partai NasDem,” Kata MS, kepada aceHTrend, Selasa (4/10/2018).

Berdasarkan surat yang dilayangkan korban kepada DPD NasDem Aceh Utara pada 27 September 2018, peristiwa itu terjadi pada 16 September 2018 di Krueng Mane, Aceh Utara.

Dia menjelaskan kejadiannya berawal saat terjadi cekcok mulut di dalam mobil sehingga pelaku mengeluarkan pisau cutter. Karena takut akan ditusuk MS lantas loncat dari mobil untuk menyelamatkan diri.

Ia juga mengaku akan ditabrak sehingga lari untuk meminta pertolongan pada warga setempat. Setelah kejadian itu pelaku melarikan diri.

“Terkait kejadian itu hingga saat ini saya masih merasa trauma,” ujar MS.

Korban menjelaskan saat ini dirinya masih beritikad baik dan berharap masalah itu diselesaikan melalui internal partai dulu. Jika tidak ada tindakan lajut, maka ia akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai NasDem Aceh Utara, Zuhera Rahman, membenarkan telah menerima laporan dari seorang perempuan beinisial MS yang mengaku diancam dengan tindakan kekerasan dilakukan oleh oknum kader Partai NasDem.

“Nanti kita akan memanggil bersangkutan untuk meminta keterangan mengenai laporan tersebut, bahkan masalah ini sudah kita laporkan ke pihak DPW Partai NasDem Aceh,” kata Zuhera Rahman saat dikonfirmasi aceHTrend pada Kamis malam (4/10/2018).

Zuhera menambahkan jika nantinya ini terbukti, maka dari partai akan mengambil tindakan tegas, karena ini jelas-jelas sudah melanggar aturan partai. Apalagi kekerasan yang dialami oleh pihak perempuan.

“Intinya dalam waktu dekat ini akan kita panggil bersangkutan (terlapor), jika terbukti bersalah kita akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin