Warga Aceh Demo Minta KPK Periksa Izin PT EMM

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Sejumlah pendemo yang mengatasnamakan Rakyat Aceh, termasuk masyarakat dari Nagan Raya menggelar aksi demo di depan gedung KPK, Jumat (5/10).

Kepada KPK mereka meminta untuk segera melakukan penyelidikan terhadap terbitnya Surat izin Operasi Perusahaan yang telah di miliki oleh PT. Emas Mineral Murni.

“Pengeluaran surat izin itu terindikasi korupsi oleh kementerian ESDM,” kata Koordinator Lapangan Fakhrurrazi/Kibo.

Dalam aksi demonya, juga disampaikan penolakan terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) di PT Emas Mineral Murni (PT.EMM).

“Cabut Hak Izin Operasi Perusahaan (OP) oleh kementerian ESDM melalui Dirjen Minerba,” sebutnya.

Peserta aksi juga meminta Presiden agar segera menggantikan Menteri ESDM dan Dirjen Minerba.

“Tegakkan Pasal 33 UUD 1945,” teriak pendemo.

Para pendemo juga mengingatkan agar Pemerintah Pusat menghargai UUPA yang mengharuskan pertambangan dikelola bersama.

“Pemerintah Nasional tidak lagi menghargai Undang-undang Pemetintahan Aceh sebagai mana yang sudah di tetapkan dan di sepakati antara penerintah pusat dan aceh, seharusnya soal tambang dan hasil bumi aceh dikelola secara bersama,” kata pendemo.

Sebelumnya, Walhi Aceh sudah juga mengirim petisi ke Change. Petisi yang disampaikan kepada Jokowi itu berisi pernyataan menolak tambang PT EMM di Nagan Raya yang luasnya mencapai 10 ribu hektar.

“Saat ini kita sedang susun materi gugatan, nanti akan kami kabarkan kepada masyarakat, ” kata M Nur, Direktur Walhi Aceh.

PT Emas Murni Mineral, menurut Bisnis. com merupakan anak usaha Asiamet Resources Limited. Saat ini, Asiamet menjadi pemegang 40% saham tidak langsung di Emas Murni Mineral.

Selain di Beutong, Asiamet pun menjadi pemilik satu kontrak karya (KK), yakni PT Kalimantan Surya Kencana (KSK) di Kalimantan Tengah.

Perusahaan asal Australia itu semula hanya memiliki hak pemilikan 40%, dengan aksi korporasi yang baru dilakukan maka hak kepemilikan menjadi 80%. Dengan peningkatan kepemilikan menjadi 80%, jatah Asiamet atas cadangan Beutong pun akan meningkat drastis menjadi 1,92 juta ton tembaga, 1,68 juta ounce emas, dan 16,48 juta ounce perak.

Asiamet harus menggelontorkan dana sebesar sebesar Aus$4,375 juta untuk meningkatkan jatah kepemilikannya. Sisa 20% saham Emas Murni Mineral dimiliki oleh PT Media Mining Resource.

Sumber daya JORC di Beutong mencapai 2,4 juta ton tembaga, 2,1 juta ounce emas, dan 20,6 juta ounce perak. Selain emas, tembaga, dan perak, terdapat juga cadangan molibdenum berkualitas tinggi.

Saat ini PT EMM juga sudah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) berdasarkan keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 66/I/IUP/PMA/2017 tentang Persetujuan Penyesuaian dan Peningkatan Tahap Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi IUP OP Mineral Logam.

Dengan IUP Operasi Produksi bisa segera diperoleh sehingga mampu mengamankan kepastian operasi selama 20 tahun yang dapat diperpanjangan 2×10 tahun.  []