Linda Delfiana: “Saya Mau Banda Aceh Jadi City of Queen”

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Banda Aceh dipandang strategis bila diwujudkan sebagai City of Queen.

“Banda Aceh sudah saatnya dijadikan city of queen, ” kata Linda Delfiana, S.E usai menyeruput secangkir teh hangat Bin Ahmad Cofee, Tibang, Banda Aceh, Sabtu (5/10).

Sejenak mantan pegawai BTPN itu melihat gerak pucuk cemara yang menari-nari di celah suasana langit yang basah oleh mendung.

“City of Queen itu bukan hendak mengembalikan ke masa silam, dimana Aceh pernah diperintah oleh sejumlah ratu atau sultanah, ” sebutnya menjelaskan.

Kota Ratu dimaksudkan sebagai kota yang tidak mengabaikan peran kaum perempuan.

“City of Queen juga bermakna perempuan berdaya secara ekonomi, setidaknya untuk diri mereka sendiri, ” tambah Linda.

Burung-burung kecil terlihat berterbangan di atap rumah Aceh. Ada aroma wangi bunga yang tersebar di udara yang basah oleh hujan rintik.

“Saya kira, Banda Aceh juga mesti menjadi kota wangi, baik karena bersih dari sampah, juga sejuk dan indah oleh tanaman penghijauan di lingkungan kota, ” sebutnya.

Perempuan kata Linda juga mesti diberi ruang kreatif sebagai basis ekonomi gampong berbasis rumah tangga. “Rumah-rumah di Banda Aceh mesti produktif agar keluarga tidak lagi sekedar bersifat konsumtif, ” katanya.

Sebagai kota yang didiami oleh banyak pelajar, mahasiswa dan pekerja, sudah saatnya Banda Aceh didukung oleh insfrastruktuf yang mendukung hadirnya industri kreatif sehingga pelajar dan mahasiswa bisa terhubung dengan perkembangan di dunia.

“Cara pandang kita mesti mendunia agar banyak yang bisa dan mungkin kita kembangkan. Saat ini dengan teknologi, kita semua sudah terhubung dengan masyarakat diberbagai kota, di dunia, ” tutupnya. []