Aceh, Berbenahlah!

Penyerahan KUA PPAS oleh Plt Gubernur Aceh kepada DPR Aceh

Mengikuti apa yang sedang disangkakan pada Irwandi Yusuf, hanya satu yang terbayang yaitu Aceh, Berbenahlah!

Kuncinya ada pada pembenahan APBA. Eksekutif dan Legislatif harus didorong untuk menghadirkan APBA milestone.

Sebuah APBA yang bisa menjadi tonggak sejarah bagi dimulainya kegiatan pembangunan untuk mewujudkan visi.

Diakui, selama ini tidak ada lagi soal dalam hal serapan anggaran. Sejauh pengesahan APBA tidak terlalu terlambat, dan konflik eksekutif – legislatif tidak terlalu kuat, maka capaian serapan anggaran dapat dicapai dengan bagus.

Lebih keren lagi manakala keberhasilan serapan anggaran itu berimbang dengan capaian outcome yang sudah ditetapkan melalui program prioritas yang saban tahun.

Dan kuncinya kembali pada tantangan bersama: menghadirkan APBA yang menjadi tonggak sejarah hadirnya kerja pembangunan mewujudkan visi yang sudah diamanahkan yaitu Aceh Hebat.

Setidaknya, Bappeda Aceh sudah mulai menemukan elan vitalnya sebagai wadah perencanaan yang paham bahwa kerja perencaan itu pendekatan utamanya adalah evident based dan money follow program.

Ini satu kesadaran kunci bahwa Bappeda Aceh bukan tukang stempel, apalagi tukang pos bagi kegiatan yang hanya didasarkan pada kepentingan di luar perencanaan.

Bappeda Aceh dengan unit unit kerjanya haruslah ahli kendali perencanaan yang memastikan capaian output mendukung capaian outcome.

“Insya Allah, kita sudah pada trek untuk menghasilkan APBA berkualitas, dan itu kita capai dengan Musrenbang yang juga mesti menjadi tonggak sejarah, ” kata Azhari, Ketua Bappeda Aceh, Sabtu (6/10) di redaksi aceHTrend dalam bincang-bincang Trend Aceh.

Seraya kita berdoa yang terbaik bagi Irwandi Yusuf mari kita mulai menganggkat spirit berbenah yang ada pada semua pihak. Sebab, jika gagal, maka penerbangan Aceh dengan misi Aceh Hebat, akan gagal pula. Kita kawal dengan dasar kecintaan kepada Aceh. []