Mahasiswa STIA Nasional Lhokseumawe Galang Dana untuk Palu dan Donggala

Mulyadi Pasee/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Aksi menggalang donasi untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus berlangsung di Aceh. Sejumlah mahasiswa STIA Nasional Lhokseumawe melakukan aksi penggalangan dana dengan cara door to door dan membuat posko di sejumlah titik strategis untuk menghimpun donasi dari warga Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Kegiatan ini akan kita lakukan selama beberapa hari ke depan. Tujuannya untuk meringankan beban saudara kita yang terkena musibah, karena sebelumnya Aceh juga pernah mengalami dan merasakan hal yang sama. Ini merupakan wujud solidaritas dari para mahasiswa,” kata koordinator kegiatan, Mardan Saputra, kepada aceHTrend, Kamis (11/10/2018).

Ketua BEM STIA Nasional Lhokseumawe itu menyebutkan, selain kampus STIA Nasional Lhokseumawe, aksi penggalangan dana tersebut juga turut dibantu STMIK Lhokseumawe dan beberapa mahasiswa dari fakultas lain.

Sementara itu, Pembina BEM STIA Nasional Lhokseumawe, Safrida, mengatakan pihaknya sudah melaksanakan aksi penggalangan dana selama satu pekan dengan melibatkan ratusan mahasiswa dan mahasiswi kampus STIA dan STIMIK Lhokseumawe. Total sumbangan yang sudah dikumpulkan dari masyarakat hingga siang tadi sebesar Rp10 juta lebih.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dalam memberikan bantuan sangat luar biasa. Seluruh sumbangan yang dilakukan secara door to door dan sukarela diperoleh dari masyarakat pedagang, pengendara dan sebagian datang langsung untuk menyumbang kepada kami,” ujarnya.

Safrida mengatakan, kegiatan ini telah dilakukan selama enam hari. Seluruh dana yang sudah terkumpul hingga hari ini rencananya akan diserahkan melalui PMI atau Bansos pemerintah setempat besok.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi saudara kita di Palu dan Donggala, makanya kita terus coba untuk bisa membantu dengan melakukan penggalangan dana yang nantinya akan kita serahkan langsung kepada pihak yang menangani penanggulangan bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin