Rencanakan Sekolah Lima Hari, Kepsek Audiensi ke DPRK Banda Aceh

Hendra Keumala/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sejumlah kepala Sekolah Dasar (SD) se-Kota Banda Aceh beraudiensi dengan Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, Rabu (11/09/2018).

Dalam audiensi tersebut mereka membahas dan meminta arahan terkait rencana akan diterapkannya program full day school, yaitu sekolah lima hari dalam satu minggu di SD N 1 Banda Aceh.

Kepala SD N 1 Banda Aceh, Ramli, menyampaikan hal itu berdasarkan harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di mana SD N 1 Banda Aceh merupakan sekolah rujukan di Aceh, khususnya di Banda Aceh.

Sebagai SD rujukan, Kementerian menganjurkan untuk membuat full day school, atau sekolah lima hari yang dimulai dari hari Senin sampai Jumat. Hal ini dilakukan pemerintah dalam hal pembentukan karakter anak bangsa pemerintah melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum nasional secara proporsional.

Karenanya kata dia, program ini merupakan alternatif dalam membangun karakter anak didik menjadi lebih matang semakin senang belajar meningkatkan nasionalisme serta spiritualisme.

“SD Negeri I Banda Aceh akan melaksanakan full day school dengan penambahan pembelajaran tahfiz sebagai program unggulan,” kata Ramli saat memaparkan program tersebut.

Menurut Ramli manfaat dari program ini untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam menghafal Alquran. Di samping itu lulusan SDN I diharapkan mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya.

“Mencetak lulusan yang memiliki wawasan islami, sementara pada hari Sabtu dan Minggu family time semakin berkualitas dan menanamkan karakter, dan kegiatan ekstrakurikuler semakin berkualitas,” ujarnya.

Ramli menambahkan, pelaksanaan full day school ini akan diintegrasikan dengan pengembangan nilai-nilai karakter dan pelajaran tambahan yaitu pembelajaran tahfiz, program ini diharapkan setelah siswa menyelesaikan pendidikan SD mampu menghafal Alquran.

“Dalam pelaksanaan ini kami membutuhkan dukungan dari wali kota, DPRK Banda Aceh, pihak dinas, dan intansi terkait dan membantu kami dalam penyediaan guru tahfiz yang sesuai di bidangnya sehingga target kami dalam pelajaran tahfiz tercapai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah setuju dengan program tersebut dengan catatan jam belajar peserta didik tidak sampai pukul lima sore, tetapi hanya sampai pukul tiga sore. Audiensi itu kata Arif menjadi informasi awal bagi pihaknya untuk melanjutkan pembahasan selanjutnya.

“Saya pikir ini sebagai bahan dasar kita berdiskusi dulu, saya sarankan juga untuk menyampaikan hal ini dengan wali kota, supaya jika nanti pihak eksekutif sudah menyetujui legislatif akan mengalokasikan anggaran untuk program ini nantinya,” kata Arif Fadillah.[]

Editor : Ihan Nurdin